
Kementan Dukung Peremajaan 754 Hektare Kebun Mete Dompu
10 menit yang lalu
Poliran akan merekrut pencari kerja, memberi pelatihan, lalu menyalurkan mereka ke perusahaan yang membutuhkan.
Terbit · 1 min read

Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto mengatakan Polri akan meluncurkan program Polisi Peduli Pengangguran (Poliran) untuk memberdayakan masyarakat yang belum memiliki pekerjaan. Menurut laporan CNN Indonesia, Suyudi berharap program itu dapat menekan kriminalitas dan gangguan keamanan serta ketertiban masyarakat.
Suyudi menyampaikan rencana tersebut setelah menerima kunjungan Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto di Mabes Polri, Jumat (30/10/2026).
Ia mengatakan pengangguran berpotensi memicu gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat. Melalui Poliran, Polri akan merekrut warga yang belum bekerja melalui Bhabinkamtibmas, dengan kemungkinan bantuan pendamping desa.
Peserta program akan mendapat pelatihan bersama Kementerian Ketenagakerjaan sebelum disalurkan ke perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja. Kerja sama dengan perusahaan akan diikat melalui nota kesepahaman dan perjanjian kerja sama.
Suyudi menyebut Polri akan berkoordinasi dengan Kementerian Dalam Negeri untuk memanfaatkan balai latihan kerja yang ada di setiap provinsi.
Selain itu, kerja sama juga direncanakan dengan Kementerian Sosial dan Kementerian Kesehatan. Menurut laporan yang sama, program ini akan menyasar orang yang menjalani rehabilitasi narkoba dan belum memiliki pekerjaan setelah rehabilitasi.
Suyudi mengatakan pelatihan keterampilan lunak diharapkan membantu peserta kembali produktif. Ia berharap program tersebut dapat mengurangi pengangguran dan kriminalitas serta menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat.