
Qatar Bahas Peredaan Ketegangan dengan Empat Negara
14 menit yang lalu
Peringatan Hari Guru Nasional mencakup lima agenda, penghargaan, dan simposium pembelajaran berbasis kecerdasan buatan.
Terbit · 1 min read

Kementerian Agama menyiapkan lima agenda untuk memperingati Hari Guru Nasional 2026 yang jatuh pada 25 November, dengan melibatkan guru di lingkungan sekolah binaannya. Menurut laporan ANTARA, Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kemenag Amien Suyitno menyampaikan rencana itu di Jakarta, Selasa (3/11/2026).
Kemenag akan melibatkan guru dari berbagai satuan pendidikan dan direktorat di bawah pembinaannya. Materi tidak menyebut tanggal pelaksanaan rangkaian agenda tersebut.
Suyitno menyebut lebih dari 800 ribu guru berada di bawah Direktorat Guru dan Tenaga Kependidikan. Selain itu, terdapat lebih dari 300 ribu guru Pendidikan Agama Islam di sekolah serta guru dari direktorat bimbingan masyarakat agama lainnya.
Menurut Suyitno, keberagaman satuan pendidikan tersebut menjadikan peringatan Hari Guru Nasional di lingkungan Kemenag sebagai momentum inklusif untuk mengapresiasi seluruh tenaga pendidik tanpa membedakan latar belakang.
Lima agenda yang disiapkan mencakup aksi ekoteologi, kegiatan olahraga dan kebersamaan guru, sarasehan guru nasional, upacara peringatan, serta malam tasyakuran dan Anugerah GTK Madrasah.
Suyitno mengatakan penghargaan menjadi salah satu agenda utama. Penghargaan akan diberikan dalam kategori seperti inovasi, prestasi, dan dedikasi guru dalam mengabdi kepada bangsa dan negara.
Apresiasi juga ditujukan kepada guru yang mengabdi di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar, serta daerah terdampak bencana. Menurut laporan yang sama, Suyitno berharap penghargaan menjadi bentuk pengakuan atas kontribusi guru bagi masyarakat dan negara.
Kemenag juga akan menggelar simposium pembelajaran berbasis kecerdasan buatan untuk memperkuat kompetensi guru dalam menghadapi perkembangan teknologi dan transformasi pendidikan.
Suyitno mengatakan peningkatan kompetensi melalui pembelajaran kecerdasan buatan tidak hanya ditujukan bagi guru madrasah, tetapi juga seluruh guru di bawah pembinaan Kemenag. Kementerian berharap rangkaian peringatan ini menjadi ruang apresiasi sekaligus mendorong peningkatan kapasitas dan profesionalisme guru untuk mendukung kemajuan pendidikan nasional.