
400 Pelajar Ikuti Sarasehan Lingkungan Fasta
16 menit yang lalu
Pemeriksaan kapal dijadwalkan pada November untuk mendukung keselamatan angkutan laut Natal dan Tahun Baru.
Terbit · 1 min read

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyiapkan pemeriksaan kelaikan 2.140 kapal untuk mendukung angkutan laut Natal 2026 dan Tahun Baru 2027. Menurut laporan ANTARA, Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Perhubungan Laut Kemenhub Samsuddin menyampaikan bahwa pemeriksaan mencakup keselamatan kapal sebelum beroperasi.
Samsuddin menyampaikan hal itu di Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (31/10/2026). Pemeriksaan dijadwalkan berlangsung pada 1–30 November 2026, sesuai Instruksi Direktur Jenderal Perhubungan Laut Tahun 2026.
Berdasarkan data Rencana Operasi per 30 Oktober 2026 yang dikutip ANTARA, sasaran pemeriksaan terdiri atas 511 kapal penumpang, 63 kapal Ro-Ro jarak jauh, 460 kapal Ro-Ro penyeberangan, 162 kapal tradisional, 821 kapal wisata, dan 123 kapal cepat.
Samsuddin mengatakan pemeriksaan meliputi keselamatan kapal, pencegahan pencemaran, pengawakan, garis muat dan pemuatan, kesejahteraan awak serta kesehatan penumpang, status hukum kapal, dan penerapan manajemen keselamatan dan keamanan.
Pemeriksaan juga memperhatikan alat keselamatan jiwa, alat pemadam kebakaran, jalur evakuasi, pengendalian kapasitas penumpang, serta kesiapan menghadapi cuaca buruk. Untuk kapal wisata, pemeriksaan direncanakan dilakukan langsung sebelum kapal beroperasi dan menjadi bagian dari persyaratan pengajuan Surat Persetujuan Berlayar. Kapasitas penumpang harus menyesuaikan hasil pemeriksaan di lapangan.
Selain pemeriksaan kapal, Kemenhub menyiapkan optimalisasi armada dan trayek, stimulus diskon tarif, rencana tiket gratis, serta penguatan keselamatan dan layanan pelabuhan. Fasilitas terminal yang menjadi perhatian mencakup area tiket dan pendaftaran, layanan informasi dan pengaduan, ruang tunggu, fasilitas kesehatan, toilet termasuk toilet difabel, ruang menyusui, serta penerapan tiket elektronik.
Kesiapan armada dan prasarana penyeberangan juga menjadi perhatian, khususnya pada lintasan dengan potensi kepadatan tinggi.
Untuk lintasan Jawa-Bali, rencana operasi mengkaji rute alternatif guna membantu mengurai kepadatan Ketapang-Gilimanuk, menurut Samsuddin. Opsi yang dibahas meliputi Jangkar-Celukan Bawang, Tanjung Wangi-Celukan Bawang, dan Jangkar-Padang Bai; pelaksanaannya masih perlu mempertimbangkan kesiapan dermaga, kapal, dukungan operasi, koordinasi, dan penetapan lebih lanjut.