
Dhinda Menangi Duel, Isyana/Rinjani Tersingkir
13 menit yang lalu
Kerja sama yang dijajaki mencakup pelatihan, pelindungan, dan pembentukan Migrant Center di perguruan tinggi.
Terbit · 2 min read

Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) dan Persatuan Umat Buddha Indonesia (PERMABUDHI) menjajaki kerja sama untuk memperluas akses kerja luar negeri serta memperkuat penyiapan dan pelindungan pekerja migran Indonesia. Menurut laporan ANTARA, penjajakan itu dibahas dalam pertemuan Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia Mukhtarudin dengan jajaran PERMABUDHI di Kantor KP2MI, Jakarta, Kamis (5/11/2026).
Pertemuan tersebut dipimpin Ketua Umum PERMABUDHI Philip K. Widjaja. Dalam pertemuan itu, Mukhtarudin menawarkan pembentukan Migrant Center di perguruan tinggi yang berada di bawah naungan PERMABUDHI.
Mukhtarudin mengatakan, “Kita harus memastikan pekerja migran Indonesia memiliki kompetensi dan keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja global.” Migrant Center diharapkan menjadi pusat informasi, edukasi, pelatihan, peningkatan kompetensi, dan fasilitasi penempatan calon pekerja migran Indonesia.
Perguruan tinggi yang terlibat dalam ekosistem Migrant Center berpeluang menjadi pelaksana pelatihan. Materinya dapat mencakup peningkatan keterampilan, kemampuan bahasa asing, serta pemahaman budaya dan standar kerja negara tujuan.
Mukhtarudin juga mendorong PERMABUDHI menyosialisasikan Gerakan Nasional Migran Aman melalui jaringan organisasi dan komunitas umat Buddha di berbagai daerah. Menurutnya, keterlibatan organisasi keagamaan dapat membantu masyarakat memahami prosedur bekerja ke luar negeri secara aman dan legal serta mencegah penempatan non-prosedural dan tindak pidana perdagangan orang.
Philip menyambut positif peluang kolaborasi tersebut, terutama untuk membuka akses kerja luar negeri melalui jalur resmi dan prosedural. Ia mengatakan, “Kami berharap sinergi ini dapat memberikan manfaat nyata bagi umat Buddha, terutama dalam mempersiapkan sumber daya manusia yang kompeten dan memiliki daya saing global.”
Sekretaris Jenderal PERMABUDHI Bambang Patijaya menyebut organisasinya memiliki jaringan perguruan tinggi, tempat ibadah, pusat pembinaan, serta potensi sumber daya manusia yang dapat mendukung penyiapan calon pekerja migran. PERMABUDHI juga menyatakan siap mendorong lulusan perguruan tinggi di bawah naungannya memperoleh informasi, pelatihan, dan peluang penempatan sesuai kompetensi.
Sebagai langkah awal, PERMABUDHI akan menyiapkan draf nota kesepahaman dengan KP2MI. Menurut laporan yang sama, kedua pihak sepakat menindaklanjuti penjajakan melalui penyusunan nota kesepahaman dan Perjanjian Kerja Sama, termasuk pembahasan Migrant Center; cakupan yang dijajaki juga meliputi edukasi migrasi aman, pelindungan, pendampingan sosial, dan pemberdayaan ekonomi pekerja migran beserta keluarganya.