
BNPB Catat 2.278 Bencana hingga 2 November
12 menit yang lalu
Nusseibeh menilai Indonesia berperan mendukung multilateralisme dan kepentingan negara berkembang di PBB.
Terbit · 1 min read

Menurut laporan ANTARA, calon Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dari Uni Emirat Arab, Lana Nusseibeh, mengapresiasi peran Indonesia dalam mendukung multilateralisme dan kepentingan negara berkembang.
Nusseibeh menyampaikan pernyataan itu melalui media sosial X pada Senin (2/11/2026), menurut laporan ANTARA yang dipantau di Jakarta. Ia juga menyambut partisipasi Indonesia dalam proses pemilihan Sekjen PBB.
“Indonesia telah lama menjadi salah satu suara yang kuat dalam memperjuangkan multilateralisme dan kepentingan negara-negara berkembang di Perserikatan Bangsa-Bangsa,” kata Nusseibeh dalam bahasa Indonesia melalui X.
Nusseibeh mendukung pandangan Indonesia bahwa Sekjen PBB berikutnya perlu menjunjung hukum internasional dan menyatukan negara-negara. Ia juga menyebut perlunya reformasi yang bermakna dan memberi manfaat bagi seluruh negara anggota.
Menurut laporan ANTARA, Kementerian Luar Negeri RI menyampaikan melalui X pada Sabtu (31/10/2026) bahwa Indonesia memantau dinamika pemilihan Sekjen PBB, terutama setelah jajak pendapat ketujuh di Dewan Keamanan PBB pada Jumat (30/10/2026).
Kemlu RI menyatakan pencalonan Nusseibeh merupakan bagian dari dinamika pemilihan. Indonesia juga menilai pemilihan berlangsung pada masa kritis bagi PBB dan komunitas internasional, sehingga organisasi itu membutuhkan pemimpin yang mampu menyatukan negara-negara, mendorong penghormatan terhadap hukum internasional, dan mendukung reformasi.
Indonesia berharap pemimpin baru PBB dapat “menguatkan suara negara-negara berkembang dan mewujudkan hasil konkret bagi semua,” demikian pernyataan Kemlu RI yang dikutip ANTARA.
Proses pemilihan belum menghasilkan keputusan konklusif setelah jajak pendapat Dewan Keamanan pada 30 Oktober. Menurut hasil yang bocor dan dilaporkan Xinhua, mantan wakil presiden Kosta Rika Rebeca Grynspan memperoleh dukungan terbanyak, disusul Direktur Jenderal Badan Energi Atom Internasional Rafael Grossi dari Argentina.
Masa jabatan Sekjen PBB Antonio Guterres berakhir pada akhir 2026. Penggantinya dijadwalkan mulai menjabat pada 1 Januari 2027, menurut laporan ANTARA.