
Putin Bantah Rusia Dalangi Demo di Eropa
17 menit yang lalu
Pengunjung berdonasi melalui QRIS untuk membantu korban kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan.
Terbit · 1 min read

Merah Muda Fest 2026 di Jakarta menjadi ajang penggalangan donasi bagi korban kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan. Menurut laporan ANTARA, Anggota DPRD Jakarta sekaligus Wakil Bendahara DPP PDI Perjuangan Yuke Yurike mengatakan donasi dikumpulkan sepanjang acara.
Festival yang diselenggarakan DPP PDI Perjuangan itu berlangsung di Lapangan Banteng, Jakarta, Minggu (25/10/2026), tiga hari sebelum peringatan Hari Sumpah Pemuda. Acara tersebut merupakan penyelenggaraan kedua setelah digelar di Yogyakarta pada 2025.
Yuke mengatakan pengunjung dapat berdonasi Rp15 ribu melalui kode QR atau QRIS yang tersedia di sejumlah titik. Ia menyebut seluruh donasi akan diserahkan setelah rangkaian acara selesai, tetapi laporan itu tidak mencantumkan jumlah dana yang terkumpul maupun wilayah penyalurannya.
Menurut laporan ANTARA, kegiatan berlangsung dari pagi hingga malam. Acara pagi diisi senam dan Zumba, sedangkan agenda lainnya mencakup bazar, diskusi, kuliner, perlombaan, pelatihan bahasa isyarat, dan pertunjukan seni.
Pada sore hari, peserta mengikuti napak tilas dari Museum Sumpah Pemuda, melewati Gereja Katedral, dan berakhir di Lapangan Banteng. Festival kemudian ditutup dengan konser amal pada malam hari.
Yuke menyebut festival itu menggabungkan perayaan Sumpah Pemuda dengan kegiatan penggalangan bantuan. Acara mengusung tema “Satu Nusa, Satu Bangsa, Satu Kemanusiaan” dan menghadirkan Pojok Pemikiran Bung Karno serta tiruan tenda yang menggambarkan ruang Kongres Sumpah Pemuda 1928.
Penggalangan donasi tersebut, menurut laporan ANTARA, berada dalam kerangka tugas Badan Penanggulangan Bencana PDI Perjuangan yang mencakup koordinasi mitigasi serta bantuan dan penanggulangan bencana. Sejumlah pengurus partai dan Ketua Panitia Nasional Merah Muda Fest 2026 Denny Cagur turut hadir.