
Fauzan Dorong Hilirisasi Riset Genomik
12 menit yang lalu
Menag meminta dialog antaragama diterjemahkan menjadi langkah kemanusiaan dan pelestarian lingkungan yang berdampak langsung.
Terbit · 1 min read

Menteri Agama Nasaruddin Umar mendorong agar dialog antaragama diwujudkan dalam aksi nyata kemanusiaan dan pelestarian lingkungan. Menurut laporan ANTARA, ia menyampaikan hal itu saat menjadi pembicara dalam pembukaan sidang tingkat tinggi pertemuan internasional untuk perdamaian Sant'Egidio di Assisi, Italia.
Dalam keterangan di Jakarta, Selasa (27/10/2026), Nasaruddin mengatakan, “Perdamaian sejati menuntut dialog untuk secara aktif ditransformasikan menjadi aksi nyata dan gerakan pelestarian lingkungan yang langsung meringankan beban masyarakat di akar rumput.”
Nasaruddin menilai diplomasi global perlu mengubah cara pandang agar hubungan antarumat beragama menghasilkan langkah konkret bagi masyarakat. Ia juga menyoroti pertemuan lintas agama yang, menurutnya, kerap berhenti pada gestur simbolis.
“Dialog antaragama tidak boleh berhenti pada deklarasi bersama formal, tanda tangan, atau perjanjian di atas kertas,” kata Nasaruddin. Ia mendorong pemimpin dunia menggunakan bahasa agama dalam hubungan internasional, karena kerangka spiritual dinilainya dapat membantu mengurangi permusuhan yang mengakar ketika pendekatan politik dan militer menemui jalan buntu.
Dalam forum yang dihadiri ratusan delegasi dari berbagai negara itu, Nasaruddin mengangkat model pluralisme dan kerukunan di Indonesia sebagai contoh pengelolaan keberagaman. Ia juga menyampaikan gagasan moderasi beragama dan harmoni lintas batas.
Ketua Konferensi Waligereja Italia Kardinal Matteo Zuppi mendukung pandangan tentang perlunya mengatasi pola pikir kaku, agresif, dan penuh konflik. Menurut laporan yang sama, ia menilai lembaga keagamaan perlu aktif meredakan permusuhan melalui kerja lintas batas demi martabat manusia.
Rabi Agung Prancis Haïm Korsia juga menekankan pentingnya melampaui kegiatan seremonial dan menyebut kerja sama tokoh agama dalam proyek kemanusiaan lokal sebagai dasar perdamaian yang lebih kuat daripada perjanjian politik. Delegasi Kristen Ortodoks Timur dan Ekumenis menyambut model pluralisme Indonesia serta menyoroti Deklarasi Istiqlal 2024 yang ditandatangani Nasaruddin dan Paus Fransiskus di Jakarta; sidang ditutup dengan komitmen panelis melanjutkan Semangat Assisi 1986 melalui aksi kemanusiaan, pelestarian lingkungan, dan perdamaian berkelanjutan.