
Apple Rilis MacBook Pro 14 Inci Chip M6
14 menit yang lalu
Pakar PBB menyoroti pembatasan ekspresi politik di platform Meta dan meminta penjelasan serta pemulihan yang efektif.
Terbit · 1 min read

Menurut laporan ANTARA, para pakar Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mendesak Meta menjamin kebebasan berekspresi selama pemilihan umum di Brasil. Desakan itu muncul setelah ada laporan mengenai pembatasan ekspresi politik yang sah di platform milik perusahaan tersebut.
Dalam pernyataan tertulis Kantor Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia pada Rabu (28/10/2026), laporan itu disebut menimbulkan kekhawatiran terkait kebebasan berekspresi, berserikat, partisipasi politik, dan perlakuan setara terhadap pandangan politik.
Para pakar mengatakan laporan pemantauan mencatat ribuan akun dan unggahan ditangguhkan, dikurangi visibilitasnya, atau dibatasi penyebarannya. Akun yang terdampak disebut mencakup milik jurnalis, pembela hak asasi manusia, pelaku masyarakat sipil, dan pembuat konten.
Pengamat pemilu internasional sebelumnya menyoroti sejumlah insiden, termasuk gangguan sementara pada akun kampanye seorang kandidat dan pembatasan unggahan Instagram. Mereka juga menyoroti perbedaan perlakuan antarpartai terkait pembuatan gambar kecerdasan buatan, pencarian saluran WhatsApp, dan fitur Stories.
“Jika ekspresi politik tampak dibatasi secara tidak proporsional, platform wajib memberikan penjelasan, menangani dampak yang tidak setara tersebut, serta menyediakan langkah pemulihan yang efektif,” kata para pakar. Mereka memperingatkan pembatasan dapat berdampak pada akses informasi, kebebasan berkumpul secara damai, dan kebebasan berserikat.
Para pakar menilai keterlambatan pemulihan dalam masa pemilu dapat menimbulkan akibat yang tidak dapat diperbaiki. Mereka juga menegaskan perusahaan teknologi harus mengidentifikasi, mencegah, dan menangani potensi dampak negatif terhadap hak asasi manusia, termasuk dalam tata kelola platform dan moderasi konten.
Menurut laporan Anadolu, Meta membantah memihak secara politik kepada kandidat presiden Brasil, Flavio Bolsonaro. Folha de S.Paulo melaporkan sejumlah karyawan Meta mengakui adanya pembatasan yang menghambat akun Instagram Lula, sementara platform tersebut merekomendasikan profil dan saluran WhatsApp Bolsonaro.
Meta menyatakan masalah teknis itu telah diketahui publik dan diskusi internal hanya membahas tingkat keparahannya, bukan intervensi politik. “Segala anggapan bahwa Meta memihak salah satu pihak adalah tidak benar,” kata perusahaan itu, seraya menyatakan aturannya berlaku sama bagi semua kandidat.