
Vatikan Tegaskan Dukungan Solusi Dua Negara
12 menit yang lalu
Melania Trump mengatakan gencatan senjata di Oleshky akan membuka akses bantuan dan evakuasi warga.
Terbit · 2 min read

Menurut laporan CNBC Indonesia, Melania Trump mengklaim telah memediasi kesepakatan gencatan senjata terbatas antara Rusia dan Ukraina di Oleshky, Ukraina selatan. Kesepakatan itu disebut memungkinkan penghentian sementara aktivitas militer untuk membuka akses bantuan kemanusiaan dan menyiapkan evakuasi warga sipil.
Gencatan senjata lokal tersebut dijadwalkan mulai berlaku pada 29 Oktober 2026. Oleshky berada di seberang Sungai Dnipro dari Kherson; sebelum perang, sekitar 24.000 orang tinggal di kota itu.
Dalam keterangan resmi Gedung Putih pada Selasa (27/10/2026) waktu setempat, Melania menyebut kondisi warga yang masih bertahan sangat memprihatinkan. Ia mengatakan sebagian besar dari mereka adalah warga lanjut usia yang membutuhkan layanan medis, obat-obatan, makanan, dan air bersih.
Melania juga menyatakan pasokan listrik di kota itu terbatas, sementara ranjau dan serangan militer masih menjadi ancaman. Menurut laporan yang sama, ia mengatakan kesepakatan tersebut bertujuan memungkinkan bantuan masuk dan warga lanjut usia dievakuasi melalui jalur aman.
Melania mengaku dirinya dan seorang perwakilan berkomunikasi langsung dengan para pemimpin Rusia dan Ukraina untuk menyusun ketentuan gencatan senjata. Ia mengatakan pembicaraan itu mencakup tujuan, prosedur teknis, jadwal, dan mekanisme pelaksanaan.
Ia menyebut pejabat sipil nonmiliter kedua negara akan mendatangi rumah-rumah untuk menilai kebutuhan keluarga. Warga yang ingin pergi, menurut Melania, akan mendapat dukungan dan transportasi ke tujuan pilihan mereka, baik di Rusia maupun Ukraina.
Melania mengatakan sebuah organisasi media independen Amerika Serikat telah menyetujui pendampingan dan dokumentasi kegiatan tim kedua negara. Ia menyatakan dokumentasi itu dimaksudkan untuk membantu memastikan pilihan setiap keluarga dihormati.
Melania mengatakan ia mengetahui kondisi Oleshky dalam diskusi tertutup di acara Fostering the Future Together di New York, yang berlangsung di sela-sela Sidang Umum PBB ke-81. Ia menyebut dirinya dan perwakilannya kemudian menggunakan jalur komunikasi yang sebelumnya dibangun dalam proses reunifikasi enam kelompok yang melibatkan 34 anak.
Jumlah penduduk Oleshky saat ini diperkirakan 1.700 hingga 2.000 orang, sebagian besar warga lanjut usia, serta sekitar 50 anak. Laporan CNBC Indonesia menyebut belum ada pendataan demografi resmi sejak 2022 dan sebagian besar penduduk telah mengungsi atau dievakuasi; kondisi kota memburuk setelah Bendungan Kakhovka hancur dan sekitar 90 persen wilayah kota terendam banjir.