
BMKG Prakirakan Hujan Lebat di Sejumlah Kota
15 menit yang lalu
Panduan kesiapsiagaan mencakup persediaan makanan, air, obat-obatan, dan kebutuhan darurat lain.
Terbit · 2 min read

Menurut laporan CNN Indonesia, Inggris, Jerman, Swedia, Prancis, dan Jepang mengeluarkan panduan bagi warga untuk menyiapkan kebutuhan darurat. Imbauan tersebut mencakup kemungkinan krisis, seperti konflik, serangan siber, cuaca ekstrem, wabah penyakit, dan bencana alam.
Panduan itu disampaikan kepada masyarakat di masing-masing negara. Laporan CNN Indonesia yang terbit pada 29 Oktober 2026 menyebut sejumlah negara Eropa membagikan rencana darurat, sedangkan Jepang menganjurkan persiapan menghadapi bencana alam.
Di Inggris, pemerintah meluncurkan kampanye Be Ready sejak pekan sebelumnya dan meminta warga menyiapkan makanan, air, serta kebutuhan pokok untuk tiga hari. Daftar perlengkapan yang disarankan juga mencakup sembilan liter air minum per orang, barang kebersihan, pakaian hangat, selimut, kantong tidur, dan kotak pertolongan pertama.
Laporan yang sama menyebut Menteri Pertahanan Inggris Wes Streeting memperkirakan perang dapat pecah di Eropa dalam 1.000 hari ke depan. Dalam tulisan di The Telegraph pada 24 Oktober 2026, ia menyatakan lawan Inggris dapat memiliki kapasitas militer dan ekonomi untuk menyerang menjelang 2030 serta menyerukan persiapan bersama sekutu NATO.
Pemerintah Jerman menyarankan warga menyimpan persediaan darurat untuk 10 hari, termasuk dua liter cairan per orang per hari. Pernyataan resmi pemerintah itu menyebut krisis masa damai, seperti wabah penyakit pada hewan atau kecelakaan teknis berskala besar, juga dapat mengganggu pasokan pangan.
Badan Pertahanan Sipil dan Ketahanan Swedia menyatakan situasi keamanan di kawasan mereka paling serius sejak Perang Dunia Kedua. Badan itu juga menyebut serangan teroris, serangan siber, penyebaran informasi menyesatkan, dan kemungkinan serangan bersenjata sebagai ancaman.
Di Prancis, pedoman darurat menyebut 72 jam pertama sebagai periode penting dan menganjurkan warga menyiapkan makanan, air, obat-obatan, serta uang tunai. Pemerintah juga menyarankan tas siaga berisi salinan dokumen dan barang kebutuhan lain, serta mendorong solidaritas dan kewaspadaan terhadap rumor.
Jepang menganjurkan persediaan makanan dan air untuk mengantisipasi gempa serta letusan Gunung Fuji. Menteri Pencegahan Bencana Hosono Goshi meminta warga menyiapkan logistik setidaknya untuk tiga hari, dan bila memungkinkan, satu minggu; gangguan jalan dan komunikasi dapat menunda bantuan.