
Pramono Beri 10 Lurah Kesempatan Belajar ke Luar Negeri
15 menit yang lalu
Sekitar 80 pelajar diajak mempelajari sejarah pemilu dan nilai demokrasi melalui kunjungan ke museum.
Terbit · 1 min read

Pemerintah Kota Jakarta Timur mengajak pelajar memahami sejarah pemilu dan nilai demokrasi yang berintegritas. Menurut laporan ANTARA, Wali Kota Jakarta Timur Munjirin menyampaikan ajakan itu di Jakarta, Jumat (30/10/2026).
Kegiatan tersebut melibatkan sekitar 80 perwakilan siswa yang berkunjung ke Museum Perjalanan Pemilu di Jakarta Timur. Museum itu disebut sebagai museum pemilu pertama di Indonesia.
Munjirin berharap para siswa memperoleh bekal mengenai kepemimpinan demokrasi dan dapat membagikan pengetahuan tersebut kepada teman-teman di sekolah. Menurut dia, pemahaman politik yang sehat perlu tumbuh di kalangan pelajar sebagai fondasi masa depan bangsa.
Ia juga berharap sinergi lintas sektor dapat mendukung perkembangan museum sebagai pusat pembelajaran demokrasi yang berkelanjutan. Munjirin menyebut museum itu sebagai ruang untuk merawat sejarah sekaligus mengedukasi generasi muda.
Kunjungan tersebut memberi para pelajar kesempatan mengenal perkembangan sistem demokrasi Indonesia dari masa ke masa. Salah satu siswa SMAN 36 Jakarta, Dzakwan Mahib, mengatakan pemikirannya lebih terbuka setelah melihat rekam jejak penyelenggaraan pemilu.
Dzakwan menilai perubahan dalam perjalanan pemilu dapat dipelajari untuk mendorong perbaikan pada masa mendatang. ANTARA melaporkan museum itu menyajikan sejarah demokrasi Indonesia sejak pemilu pertama pada 1955 hingga era modern berbasis teknologi informasi.
Museum tersebut memiliki fungsi pendidikan, penelitian, dan rekreasi, serta dirancang dengan tata pamer interaktif. Koleksi artefak, dokumentasi, dan narasi visualnya disusun untuk membantu pengunjung memahami perubahan regulasi dan kelembagaan pemilu. Pengunjung juga diajak memahami pemilu sebagai instrumen kedaulatan rakyat.