
Menag Dorong Santri Kuasai Beragam Ilmu
10 menit yang lalu
Prabowo menilai sejarah membantu generasi muda memahami kesalahan masa lalu dan menjaga persatuan.
Terbit · 1 min read

Presiden Prabowo Subianto meminta generasi muda Indonesia mempelajari sejarah agar bangsa tidak mengulangi kesalahan masa lalu. Menurut laporan ANTARA, ia menyampaikan pesan itu saat peresmian SMA Taruna Nusantara Kampus Cimahi, Jawa Barat, pada Jumat (30/10/2026).
Dalam sambutannya, Prabowo mengatakan perkembangan teknologi dapat berubah, sementara sifat dasar manusia cenderung tetap. Ia menilai pemahaman sejarah penting untuk mengenali kesalahan terdahulu dan mengambil pelajaran darinya.
Prabowo mengingatkan bahwa perpecahan masyarakat dan pemimpin menjadi salah satu faktor yang memungkinkan Indonesia dijajah bangsa lain. Ia mencontohkan penguasa masa lalu yang memilih bekerja sama dengan pihak asing alih-alih dengan sesama bangsa.
Menurut laporan yang sama, Prabowo meminta masyarakat menjaga persatuan dan tidak mudah diadu domba. Ia menyebut strategi pecah belah yang digunakan penjajah sebagai pelajaran penting bagi generasi muda.
“Anak-anakku, belajarlah sejarah. Saya juga sudah bicara tentang kelemahan bangsa Indonesia. Pemimpin-pemimpinnya lupa sejarah. Bahkan ada pemimpin-pemimpin yang malas belajar sejarah. Mereka yang malas belajar sejarah akan dihukum oleh sejarah,” kata Prabowo, sebagaimana dipantau ANTARA melalui YouTube Sekretariat Presiden.
Prabowo juga mengatakan bahwa tidak mempelajari sejarah dapat membuat bangsa mengulangi kesalahan pendahulunya. Ia menyebut pengalaman dijajah sebagai salah satu pelajaran paling menyakitkan dalam sejarah Indonesia.
Dalam sambutannya, Prabowo turut mengingatkan bahwa para pendahulu bangsa memiliki keunggulan dan pencapaian yang patut dihargai. Namun, menurutnya, kekurangan dan kesalahan mereka tetap perlu dipahami sebagai bahan pembelajaran.