
Janice Tjen Juara Ganda Japan Open 2026
14 menit yang lalu
Elon Musk menyatakan Starlink tidak boleh dipakai untuk serangan drone ofensif, sementara Ukraina menyebut koneksi sudah normal.
Terbit · 2 min read

Menurut laporan CNN Indonesia, pendiri sekaligus pimpinan SpaceX, Elon Musk, menegaskan bahwa layanan internet satelit Starlink tidak pernah diizinkan untuk operasi serangan drone ofensif. Pernyataan itu disampaikan untuk membela pembatasan akses yang diberlakukan terhadap militer Ukraina.
Musk menyampaikannya lewat unggahan di platform X pada Sabtu (24/10/2026), seperti dilansir Anadolu Agency. Ia menyebut Starlink sebagai layanan komersial sipil, dan penggunaannya untuk serangan drone yang membunuh orang tidak pernah diizinkan serta tidak seharusnya diperbolehkan.
Musk mengklaim militer Ukraina yang memakai Starlink dalam operasi serangan ofensif telah melanggar syarat dan ketentuan penggunaan layanan tersebut. Menurut laporan yang sama, SpaceX dilaporkan telah menutup celah keamanan pada pekan lalu untuk membatasi penyalahgunaan fungsi satelit komersial itu.
Dalam keterangannya, Musk juga menegaskan perbedaan antara Starlink versi komersial dan Starshield. Starshield disebut sebagai sistem komunikasi tingkat militer yang dikendalikan penuh oleh Pemerintah Amerika Serikat.
Meski ada pembatasan, Musk menekankan bahwa Starlink tetap sangat penting bagi pertahanan Ukraina dalam perang melawan Rusia. Menurut dia, garis depan pertahanan Ukraina akan langsung runtuh seketika jika layanan itu dimatikan, dan ia menyebut pernyataannya sebagai penilaian faktual, bukan ancaman.
Setelah pernyataan Musk memicu perdebatan, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengaku telah berkomunikasi langsung dengan Musk mengenai situasi terkini di Ukraina. Trump enggan membeberkan rincian pembicaraan tersebut.
Sementara itu, Menteri Pertahanan Ukraina Yevhenii Khmara mengonfirmasi bahwa kendala penurunan kecepatan internet Starlink dalam beberapa hari terakhir kini telah kembali normal, seperti dikutip dari laporan kantor berita Ukrinform. Menurut dia, hal itu terjadi setelah komunikasi tingkat tinggi, dan kecepatan tercatat kembali melampaui 400 km/jam dengan koneksi yang stabil.
Khmara menekankan bahwa keandalan saluran komunikasi sangat vital bagi pergerakan pasukan, operasi drone, hingga logistik militer di lapangan.
Musk juga mengklaim SpaceX telah berkontribusi jauh lebih banyak daripada perusahaan swasta mana pun dalam mendukung pertahanan Ukraina. Ia mengecam pihak-pihak yang terus mendorong kelanjutan perang tanpa menawarkan solusi realistis.