
Gereja YHS Lembah Pujian Manado Rayakan HUT ke-14
22 menit yang lalu
Sebagian keluarga China memberi anak panggilan hewan atau benda keras sebagai harapan agar tumbuh sehat dan tangguh.
Terbit · 2 min read

Menurut laporan CNN Indonesia, sebagian keluarga China kuno memberi anak nama panggilan kasar seperti anjing atau babi karena meyakini sebutan itu dapat melindungi si buah hati. Praktik ini telah dikenal sejak lama.
Para orang tua percaya, semakin sederhana nama panggilan yang diberikan, semakin besar pula bantuannya agar anak tumbuh sehat.
Menurut laporan yang sama, yang mengutip South China Morning Post, praktik ini muncul karena layanan kesehatan yang terbatas dan rata-rata umur masyarakat China yang pendek. Akibatnya, banyak keluarga memberi anak nama hewan dengan harapan mereka sehat dan tangguh seperti hewan yang dianggap memiliki vitalitas kuat.
Hal itu dicatat oleh Ouyang Xiu, tokoh sastra besar China dari Dinasti Song Utara. Ia menulis beberapa nama panggilan yang sering dipakai, antara lain gou sheng (sisa makanan anjing), gou dan (anjing dan telur), gou shi (kotoran anjing), dan zhu wa (anak babi).
Sebagian orang tua juga menamai anak dengan benda keras seperti batu, palu, besi, atau gembok. Semuanya menyiratkan harapan agar anak kelak menjadi pribadi yang tangguh.
Saat ini hanya sedikit keluarga China yang masih melanjutkan praktik tersebut, terutama mereka yang tinggal di kawasan pedesaan.
Seorang perempuan bernama Zhang sempat ramai dibicarakan di media sosial karena praktik ini. Ia lahir pada dekade 1980-an dan diberi panggilan gou dan, yang menurut ceritanya diberikan karena ia nyaris meninggal akibat sakit saat baru berusia beberapa bulan.
Suatu hari, ibunya datang ke kampus tempat Zhang belajar dan memanggilnya gou dan, sehingga ia menjadi bahan tertawaan. Zhang mengaku sangat malu, tetapi menyadari ibunya sudah terbiasa dengan panggilan itu, lalu memintanya tidak memakai nama tersebut di luar rumah.
Cerita Zhang mendapat banyak tanggapan warganet. Sebagian mendukung pelestarian tradisi itu, dan seorang warganet menilai nama panggilan tersebut mengandung restu tulus orang tua. Warganet lain bercerita bahwa pamannya yang berusia 70-an dijuluki ye hu (pispot) oleh seluruh keluarga, sampai ia sendiri tidak tahu nama asli sang paman.