
Persija Siapkan Diri Hadapi Persik di JIS
10 menit yang lalu
Presiden Rusia membantah Moskow memprovokasi protes di Eropa dan menyebut penyebabnya kesalahan kebijakan pemimpin setempat.
Terbit · 1 min read

Menurut laporan ANTARA, Presiden Rusia Vladimir Putin membantah tuduhan bahwa Moskow memprovokasi gelombang demonstrasi besar-besaran di sejumlah negara Eropa. Ia menyebut gejolak itu dipicu kesalahan kebijakan para politikus setempat, bukan campur tangan Rusia.
Pernyataan tersebut disampaikan Putin dalam wawancara dengan jurnalis Rusia Pavel Zarubin pada Minggu (25/10/2026). Menurut Putin, tuduhan terhadap Moskow mencerminkan ketidakmampuan para pemimpin Eropa untuk bertanggung jawab atas gelombang protes tersebut.
Sebagaimana dilaporkan RIA Novosti, Putin menilai sikap itu merugikan para pemimpin Eropa sendiri karena mereka tidak akan mengatasi akar permasalahannya. Ia mengatakan penyebabnya terletak pada kesalahan mereka sendiri di berbagai bidang, termasuk ekonomi dan keuangan.
Putin mengatakan Rusia tidak merasa senang atas gejolak yang melanda Eropa. Namun, Moskow tetap akan memberikan tanggapan secara terukur terhadap berbagai tuduhan yang dinilainya tidak berdasar.
Ia menambahkan bahwa Kementerian Luar Negeri Rusia akan menanggapi secara hati-hati tuduhan negara-negara Barat yang menyebut Moskow berada di balik aksi-aksi demonstrasi tersebut.
Menurut laporan yang sama, gelombang protes di Eropa dilaporkan mulai merebak di Prancis pada pertengahan September, ketika para pelajar sekolah menengah di pinggiran Paris turun ke jalan menuntut perbaikan fasilitas sekolah. Demonstrasi itu kemudian diikuti warga Prancis yang mengungkapkan kekecewaan atas kenaikan biaya hidup.
Aksi serupa meluas ke sejumlah kota di Italia pada 17–18 Oktober 2026, sementara di Albania para demonstran menuntut Perdana Menteri Edi Rama mengundurkan diri. Protes berskala besar kembali berlangsung pada 24 Oktober 2026 di Prancis, Italia, dan Albania, disertai aksi unjuk rasa di Belgia dan Spanyol.