
Putin Sebut Eropa Hadapi Krisis Migrasi
13 menit yang lalu
Rumus 50-30-20 membagi gaji ke kebutuhan, gaya hidup, dan tabungan agar pengeluaran lebih terkendali.
Terbit · 2 min read

Menurut laporan CNBC Indonesia, kemudahan transaksi digital, promo belanja daring, dan layanan bayar nanti membuat pengeluaran semakin sulit dikendalikan. Akibatnya, saldo bisa cepat menipis tanpa disadari, kondisi yang disebut banyak dialami pekerja muda di perkotaan.
Menurut laporan yang sama, pekerja yang bergaji setara atau di atas upah minimum regional (UMR) tetap bisa merasa keuangannya seret jika tidak dikelola dengan baik. Rumus 50-30-20 disebut sebagai langkah penting untuk menjaga stabilitas keuangan tanpa mengorbankan gaya hidup.
Konsep ini diperkenalkan Elizabeth Warren dalam buku All Your Worth yang menekankan keseimbangan antara hidup saat ini dan perencanaan masa depan. Penghasilan dibagi menjadi 50 persen untuk kebutuhan utama, 30 persen untuk gaya hidup, dan 20 persen untuk tabungan serta investasi, dengan pembagian dilakukan sejak awal, bukan dari sisa pengeluaran.
Porsi 50 persen untuk kebutuhan pokok mencakup biaya makan harian, transportasi kerja, sewa tempat tinggal atau cicilan rumah, tagihan rutin, dan cicilan. Biaya perlindungan seperti asuransi kesehatan atau BPJS juga disarankan masuk kategori ini agar rawat inap tidak menghabiskan tabungan yang dikumpulkan berbulan-bulan.
Agar tidak melebihi batas 50 persen, pengeluaran tetap bulanan perlu didaftar dan dipilah antara yang wajib dan yang masih bisa ditekan. Alternatif yang lebih hemat, seperti memasak sendiri, juga disarankan, sementara cicilan di atas 30-35 persen gaji disebut tanda kondisi keuangan mulai tidak sehat.
Porsi 30 persen untuk gaya hidup meliputi langganan digital, belanja daring, nongkrong, dan perjalanan, yang disebut sering menjadi sumber kebocoran terbesar. Tanpa alokasi ini, seseorang berisiko kehilangan motivasi menabung dan melakukan "balas dendam" belanja. Pengendaliannya bisa lewat limit mingguan, penundaan pembelian 24-48 jam, serta pengurangan langganan yang jarang dipakai.
Porsi 20 persen dapat dibagi untuk dana darurat minimal tiga bulan pengeluaran bagi lajang dan enam bulan atau lebih bagi keluarga, investasi jangka panjang seperti emas, reksa dana, atau saham, serta tabungan untuk tujuan tertentu. Bagi yang kesulitan menyisihkan 20 persen, laporan itu menyarankan menambah penghasilan lewat pekerjaan sampingan atau peningkatan keterampilan.
Sebagai simulasi, gaji Rp6 juta dibagi menjadi kebutuhan sekitar Rp3.000.000, gaya hidup sekitar Rp1.800.000, dan tabungan sekitar Rp1.200.000. Menurut laporan tersebut, kuncinya adalah mengalokasikan sejak awal dan memisahkan tabungan sejak gajian.