
Putin Bantah Rusia Dalangi Demo di Eropa
19 menit yang lalu
Presiden Rusia menilai Eropa menghadapi krisis migrasi dan kekurangan sumber daya untuk mengasimilasi migran.
Terbit · 1 min read

Menurut laporan ANTARA dari Moskow, Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan bahwa Eropa saat ini menghadapi krisis migrasi. Pernyataan itu disampaikan pada Minggu (25/10/2026) dalam wawancara dengan jurnalis Rusia Pavel Zarubin.
Dalam wawancara tersebut, Putin menyatakan bahwa anak-anak dari orang-orang yang datang ke negara-negara Eropa dari Timur Tengah melihat dan merasakan ketidakadilan yang menyasar orang-orang sebangsa dan seagama mereka. Ia membenarkan istilah krisis migrasi dan menyebut situasi itu memang sebuah krisis.
Putin menambahkan bahwa untuk mengatasi masalah migrasi, negara-negara Eropa seharusnya berfokus pada pendidikan para pendatang. Selain itu, menurut dia, adat istiadat dan tradisi Eropa perlu diintegrasikan ke dalam komunitas para pendatang tersebut.
Namun, menurut Putin, masyarakat Eropa tidak dapat menerapkan kebijakan itu. Ia menilai hal tersebut terjadi karena masyarakat Eropa justru merusak adat istiadat dan tradisi mereka sendiri.
Menurut laporan yang sama, Putin menyebut kelompok migran dan anak-anak mereka belum terjangkau oleh kebijakan tersebut. Ia mengatakan banyak orang telah datang dan tinggal di Eropa selama puluhan tahun tanpa bisa berbicara dalam bahasa negara tempat mereka tinggal.
Putin juga menyatakan bahwa Eropa tidak memiliki sumber daya yang cukup untuk mengasimilasi seluruh migran. Menurut dia, kondisi itulah yang memicu krisis.
Ia kemudian membandingkannya dengan Rusia. Menurut Putin, Rusia memiliki perwakilan berbagai budaya dan agama, yakni Kristen, Muslim, Yahudi, dan Buddha, yang tidak memiliki tanah air lain. Ia menyebut Rusia secara historis berkembang sebagai negara multietnis dan multiagama, sedangkan hal itu tidak berlaku di Eropa.
Putin menyatakan bahwa para migran di Eropa memiliki tanah air lain, dan ia menyebut hal ini sebagai perbedaan yang sangat besar. Karena itu, menurut dia, negara-negara Eropa tentu harus memberikan perhatian yang lebih besar terhadap persoalan tersebut.
Putin menambahkan bahwa otoritas Rusia juga perlu memberikan perhatian lebih besar terhadap persoalan kebijakan hubungan antaretnis.