
Pasar Keuangan Eropa Tertekan Utang dan Politik
11 menit yang lalu
Ribuan warga Israel berunjuk rasa di Tel Aviv tiga hari sebelum pemilu dan menuntut komisi penyelidikan independen.
Terbit · 2 min read

Menurut laporan CNN Indonesia, ribuan warga Israel menggelar demonstrasi di Tel Aviv untuk memprotes pemerintahan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu. Mereka menuntut penyelidikan independen atas kegagalan keamanan yang memungkinkan serangan Hamas pada 7 Oktober 2023 terjadi.
Aksi itu berlangsung di Hostages Square pada Sabtu (24/10/2026), tiga hari sebelum pemilihan umum Israel. Menurut laporan yang sama, aksi serupa juga digelar di sejumlah wilayah lain di Israel.
Demonstrasi diinisiasi oleh Dewan Oktober (October Council), kelompok yang dibentuk keluarga para sandera yang dibawa ke Gaza dalam serangan tersebut. Mereka mendesak pemerintah bertanggung jawab atas kegagalan mencegah serangan Hamas yang kemudian memicu perang di Jalur Gaza.
Dewan Oktober menuntut pembentukan komisi penyelidikan negara yang independen serta meminta pihak yang dinilai bertanggung jawab dimintai pertanggungjawaban. Melalui unggahan di media sosial X yang dikutip Al Jazeera pada Minggu (25/10/2026), kelompok itu menyebut acara tersebut sebagai puncak tiga tahun perjuangan untuk mengungkap kebenaran dan menuntut pertanggungjawaban.
Sejumlah tokoh oposisi ikut dalam demonstrasi, termasuk Gadi Eisenkot dari Partai Yashar, salah satu pesaing utama Netanyahu dari kubu kanan-tengah. Saat tiba di Tel Aviv, Eisenkot disambut massa yang menyerukan bahwa dialah calon perdana menteri berikutnya, dan pemimpin Partai Demokrat Yair Golan juga hadir.
Pengacara sekaligus warga Israel, Dan Adin, mengunggah suasana aksi di X. Ia menggambarkan banyaknya massa yang bergerak dari Rabin Square menuju Hostages Square untuk menyuarakan perubahan dan harapan.
Pemerintahan koalisi Netanyahu menolak desakan komisi independen dan mengusulkan komisi yang anggotanya ditentukan lewat mekanisme politik. Dalam usulan itu, separuh anggota ditunjuk pemerintah dan sisanya dipilih anggota parlemen dari kubu oposisi, tetapi para pemimpin oposisi menolak skema tersebut dan menyatakan akan memboikotnya.
Menjelang aksi, Dewan Oktober menyatakan melalui X bahwa mereka telah mengirim surat mendesak kepada Komisaris Polisi setelah menerima peringatan tentang upaya pihak yang terkait dengan koalisi untuk mengganggu demonstrasi. Pemilu Israel pada Selasa (27/10/2026) diperkirakan berlangsung ketat dan menjadi yang pertama sejak perang di Gaza dimulai. Jajak pendapat menunjukkan blok sayap kanan pimpinan Netanyahu bersaing ketat dengan blok pimpinan Eisenkot, tetapi keduanya diperkirakan belum meraih mayoritas kursi parlemen, dan hasilnya berpotensi memengaruhi kebijakan militer Israel terhadap Iran.