
Bharat Jain dan Harta yang Dikumpulkan dari Mengemis
12 menit yang lalu
Trump menilai kandidat Republik gagal menggerakkan pemilih dan menyatakan kekalahan itu bukan pukulan bagi dirinya.
Terbit · 1 min read

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyalahkan kandidat Partai Republik atas kekalahan partainya dalam pemilu sela AS, Selasa (3/11/2026). Menurut laporan CNNIndonesia.com, Trump menyatakan hasil tersebut bukan pukulan bagi dirinya dan membela kepemimpinannya selama dua tahun terakhir.
Dalam wawancara telepon dengan Fox News tak lama setelah hasil pemilu diumumkan, Trump menanggapi kemenangan Partai Demokrat di Senat dan Dewan Perwakilan AS. Laporan itu tidak menyebutkan lokasi wawancara.
Trump mengatakan kepada Fox News, “Tetapi saya tidak menganggap (hasil pemilu sela) ini sebagai pukulan terhadap diri saya.” Ia juga menyebut dua tahun terakhir sebagai masa terbaik dalam sejarah kepresidenan, baik dari sisi ekonomi maupun hal-hal yang telah dilakukan, tanpa menyertakan bukti dalam pernyataannya.
Trump menilai perang AS dan Iran hanya sebagian penyebab kekalahan Republik. Dalam wawancara dengan The Wall Street Journal, ia menyalahkan kandidat partainya yang gagal menang atau mempertahankan kemenangan di wilayah basis suara Republik.
Trump mengatakan kepada Fox News bahwa ia memperkirakan para kandidat itu akan meraih hasil lebih baik. Ia juga menyebut telah ikut dalam serangkaian kampanye di berbagai negara bagian untuk mendorong pendukungnya agar merasa seolah-olah dirinya ikut tercantum dalam surat suara.
Trump menilai para kandidat yang dibantunya gagal mengajak masyarakat datang memilih. “Mereka tidak mampu menginspirasi masyarakat untuk datang memilih,” katanya kepada Fox News.
Ia juga menyalahkan Fox News atas kekalahan Republik, dengan menyinggung pemberitaan positif mengenai Partai Demokrat di media tersebut. Trump menyatakan hasil pemilu tidak akan mengubah kepemimpinannya dan agenda pemerintahannya tetap berjalan.
Sejumlah kandidat pilihan Trump dilaporkan kalah, termasuk Darline Graham di South Carolina, Ken Paxton di Texas, Michael Whatley di North Carolina, dan Mike Collins di Georgia. Namun, Trump tidak menyebut nama-nama mereka saat mengeluhkan kekalahan kandidat partainya.