
Ping Ding Dorong Konektivitas Jalan Perbatasan
10 menit yang lalu
Trump mengatakan akan berhenti membunuh pemimpin Iran agar tahu dengan siapa AS bernegosiasi.
Terbit · 1 min read

Menurut laporan CNN Indonesia, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan akan berhenti membunuh para pemimpin Iran dalam pernyataannya pada Sabtu (24/10/2026). Alasannya, ia ingin mengetahui dengan siapa sebenarnya AS sedang bernegosiasi.
Pernyataan itu disampaikan Trump dalam sebuah kampanye di Georgia, seperti diwartakan Anadolu Agency. Ia mengatakan harus berhenti karena perlu mencari tahu pihak yang sesungguhnya menjadi lawan runding Washington.
Trump juga menegaskan kembali pendiriannya bahwa Iran tidak boleh dibiarkan memiliki senjata nuklir.
Menurut Trump, Iran kini tidak memiliki pesawat, kapal, maupun pemimpin, baik di tingkat satu maupun tingkat dua. Ia mengulangi klaimnya bahwa AS telah menghancurkan militer dan kepemimpinan Iran.
Trump turut membela keputusannya pada 2018 yang membatalkan perjanjian nuklir Iran tahun 2015. Perjanjian tersebut dicapai pada masa pemerintahan Presiden Barack Obama.
Ia menyebut perjanjian yang dikenal sebagai Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA) itu sebagai salah satu perjanjian terburuk yang pernah dibuat dan jalan menuju senjata nuklir bagi Iran. Menurut Trump, pembatalan itu dilakukan pada saat krusial dan tepat waktu untuk mencegah Teheran memperoleh senjata nuklir.
Menurut laporan yang sama, Trump mengklaim AS telah melenyapkan kapasitas pengayaan nuklir Iran melalui Operation Midnight Hammer dan Operation Epic Fury. Kedua operasi itu merujuk pada operasi militer pada 2025 serta pada Februari hingga Mei 2026.
Trump juga mengklaim AS telah mengalahkan Iran secara militer, finansial, dan dalam aspek lainnya. Ia menekankan bahwa AS harus memastikan Iran tidak akan pernah memiliki senjata nuklir.