
Michelle Surjadi Raih Perunggu Renang di YOG 2026
10 menit yang lalu
Alim Setiawan Slamet menilai inovasi teknologi dan SDM berkualitas penting untuk menjaga swasembada pangan berkelanjutan.
Terbit · 1 min read

Wakil Menteri Pertanian Alim Setiawan Slamet menyebut inovasi teknologi dan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) sebagai kunci menjaga swasembada pangan berkelanjutan. Menurut laporan ANTARA, ia menyampaikan hal itu dalam kegiatan Edu Tani di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Tangerang.
Dalam kegiatan tersebut, Alim mengajak mahasiswa mempersiapkan diri menjadi penerus pembangunan pertanian. Laporan ANTARA menyebut pernyataan itu dikonfirmasi di Jakarta pada Sabtu (7/11/2026), tetapi tidak mencantumkan tanggal kegiatan Edu Tani.
Alim mengatakan sektor pertanian menghadapi perubahan iklim, perkembangan teknologi, dinamika rantai pasok global, dan ketidakpastian geopolitik. Menurutnya, tantangan itu menuntut pertanian yang adaptif dan modern serta didukung generasi muda yang kompeten.
Ia juga menyebut 33 negara sedang menyiapkan stok darurat pangan untuk mengantisipasi potensi krisis. Alim mengatakan Indonesia telah mencapai swasembada pangan dengan stok yang cukup, terutama untuk delapan komoditas strategis.
Menurut Alim, capaian swasembada perlu dijaga agar berkelanjutan, bukan hanya menjadi keberhasilan sesaat. Ia mengatakan penguatan riset dan pengembangan teknologi oleh perguruan tinggi, lembaga penelitian, Badan Riset dan Inovasi Nasional, serta unit riset Kementerian Pertanian diperlukan untuk mendukung tujuan itu.
Riset tersebut, menurut dia, diharapkan menghasilkan terobosan yang meningkatkan produktivitas sekaligus menekan biaya produksi. Bentuk inovasi yang disebutnya mencakup pengembangan varietas unggul, mekanisasi, dan teknologi budi daya yang lebih efisien.
Alim menilai penerapan teknologi perlu didukung orang-orang yang memiliki kapasitas dan kemampuan untuk mengimplementasikannya. Ia menyoroti regenerasi petani sebagai tantangan yang membutuhkan keterlibatan generasi muda.
Ia berharap mahasiswa dan anak muda mengambil peran lebih besar dalam transformasi pertanian. Menurut Alim, sektor tersebut membutuhkan generasi yang memahami teknologi, berkarakter kuat, memiliki jiwa kewirausahaan, dan peduli untuk berkontribusi.