
Eisenkot Tolak Bergabung dengan Pemerintahan Netanyahu
14 menit yang lalu
Kampanye Inggris mendorong persiapan kebutuhan darurat, sementara data menunjukkan kesiapsiagaan berbeda antarwilayah.
Terbit · 1 min read

Pemerintah Inggris mengimbau masyarakat menyiapkan persediaan untuk menghadapi keadaan darurat. Menurut laporan CNBC Indonesia yang mengutip data H Advisors, warga London menjadi kelompok yang paling tidak siap, sedangkan penduduk Skotlandia paling patuh pada imbauan.
Kampanye pemerintah Be Ready meminta setiap rumah tangga memiliki persediaan yang cukup untuk bertahan selama tiga hari.
Persiapan itu ditujukan untuk menghadapi berbagai risiko, termasuk kelangkaan pangan, pemadaman listrik, banjir, dan gangguan besar akibat serangan siber. Imbauan tersebut juga mendorong masyarakat menyiapkan uang tunai untuk mengantisipasi gangguan sistem pembayaran.
Data H Advisors menunjukkan 33 persen penduduk London mengaku belum melakukan persiapan. Sebanyak 37 persen memiliki makanan kaleng, sedangkan kepemilikan radio analog tercatat 9 persen dan kompor portabel 16 persen.
North West menjadi wilayah dengan tingkat kesiapsiagaan terendah berikutnya, dengan 30 persen penduduk belum bersiap. Angka itu mencapai 29 persen di Yorkshire and the Humber serta South West, menurut laporan yang sama.
Sebaliknya, hanya 16 persen penduduk Skotlandia yang mengaku belum melakukan persiapan. Lebih dari separuh warga di wilayah itu telah menyimpan makanan kaleng. Warga juga menyiapkan perangkat bertenaga baterai, seperti senter.
Graham Mott, direktur strategi jaringan ATM LINK, mengatakan kampanye tersebut mendorong masyarakat mengumpulkan persediaan makanan, uang tunai, dan kebutuhan penting lainnya. Pernyataan itu dikutip Independent pada Sabtu (7/11/2026).
Mott juga menyebut penarikan uang tunai di ATM meningkat seiring masyarakat menyiapkan cadangan dana. Pada Jumat (6/11/2026), rata-rata penarikan mencapai rekor £106,20 atau sekitar Rp2,57 juta, menurut laporan yang sama.
Menteri Pertahanan Wes Streeting menyerukan keterlibatan seluruh lapisan masyarakat untuk memperkuat ketahanan nasional dan mengingatkan warga agar tetap waspada tanpa panik. Mott turut menyoroti edukasi persiapan menghadapi perang dan gangguan digital di negara-negara Nordik serta Belanda.