
Eisenkot Tolak Bergabung dengan Pemerintahan Netanyahu
14 menit yang lalu
Gangguan di tiga lokasi terdeteksi oleh sistem pemantauan sehingga produk darah dapat diselamatkan.
Terbit · 1 min read

Menurut laporan iNews.id, serangan siber terhadap penyedia layanan pendingin yang digunakan Lembaga Darah Prancis (EFS) mengganggu pengontrol suhu di tiga lokasi penyimpanan plasma dan sampel darah di Prancis.
Laporan iNews.id yang mengutip BleepingComputer menyebutkan serangan itu berupaya menaikkan suhu ruang penyimpanan hingga 110 derajat Celsius.
Gangguan tersebut berpotensi merusak persediaan darah yang disimpan untuk kebutuhan rumah sakit dan pasien jika tidak segera diketahui.
Sistem pemantauan dan alarm EFS mendeteksi perubahan suhu dengan cepat. Petugas kemudian memindahkan plasma dari lemari pendingin yang terdampak untuk menyelamatkan produk darah.
Dalam pernyataan EFS yang dikutip BleepingComputer pada Kamis (5/11/2026), disebutkan, "Tidak ada konsekuensi kesehatan yang teridentifikasi, dan tidak ada produk darah yang rusak."