
Ana/Trias Bidik Gelar Hylo Open 2026
13 menit yang lalu
Kepengurusan baru PB PJSI akan berfokus pada konsolidasi organisasi dan pembinaan atlet judo.
Terbit · 1 min read

Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Judo Seluruh Indonesia (PB PJSI) Maruli Simanjuntak menetapkan susunan kepengurusan organisasi untuk periode 2026-2030. Menurut laporan ANTARA, kepengurusan baru itu diarahkan untuk memperkuat organisasi dan pembinaan atlet.
Penetapan tersebut dilakukan melalui Surat Keputusan Ketua Umum PB PJSI Nomor SKEP/01/X/2026 tertanggal 16 Oktober 2026. Maruli menyampaikan keterangan resmi mengenai kepengurusan itu di Jakarta pada Kamis, menurut laporan ANTARA.
Maruli sebelumnya kembali terpilih secara aklamasi dalam Musyawarah Nasional XX PJSI pada 11 September 2026. Ia melanjutkan kepemimpinan untuk periode kedua.
ANTARA mengutip Maruli yang menyebut kepengurusan baru sebagai momentum konsolidasi untuk membangun pembinaan yang lebih terintegrasi. Cakupannya meliputi pengembangan atlet usia dini, peningkatan kualitas pelatih dan wasit, penyelenggaraan kompetisi, serta kerja sama dengan pemangku kepentingan olahraga.
Dalam struktur baru, Maruli didampingi dua wakil ketua umum, Mayjen TNI M. I. Gogor A. A. dan Irjen Pol Viktor Sihombing. Maria Regina Vega menjabat Sekretaris Jenderal, sementara Albert Simanjuntak dan Saripudin menjadi Wakil Sekretaris Jenderal I dan II.
Lina Nurhasanah ditunjuk sebagai Bendahara Umum, didampingi Chaeruddin Purba Tjahyadi dan Josephine Julinda Tampubolon sebagai wakil. Kepengurusan juga mencakup staf khusus, Dewan Guru, serta bidang-bidang yang menangani pembinaan prestasi, pertandingan, pendidikan dan kepelatihan, perwasitan, penelitian dan pengembangan, serta organisasi.
Menurut laporan yang sama, PB PJSI turut membentuk bidang teknologi informasi dan data, umum, hubungan masyarakat, hubungan luar negeri, hukum, serta usaha dan dana. Organisasi itu juga menetapkan empat ketua kluster: Josef Yus, Toga Pramandita, Lucia Lefrandt, dan Jonadab Wattimena.
Maruli menyatakan penetapan pengurus merupakan upaya memperkuat tata kelola dan efektivitas pembinaan atlet. PB PJSI menargetkan sistem pembinaan yang lebih terintegrasi untuk mendukung daya saing atlet dan memperluas partisipasi masyarakat dalam judo.