
KAMMI Usul RUU Perampasan Aset Sasar Kejahatan Lingkungan
13 menit yang lalu
NOC Indonesia menyampaikan belasungkawa dan meminta keselamatan atlet menjadi prioritas dalam kegiatan olahraga.
Terbit · 1 min read

Ketua Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia) Raja Sapta Oktohari menegaskan tidak ada prestasi atau medali yang sebanding dengan nyawa atlet. Menurut laporan ANTARA, ia menyampaikan pernyataan itu setelah dua atlet muda meninggal dalam rangkaian Porprov XVII Jawa Tengah 2026.
Kedua atlet tersebut adalah Syabilla Rizkia Putri Raharja, atlet selam asal Kabupaten Jepara, dan Ayudiah Rivana Tridiandinita, atlet pencak silat asal Kota Semarang. Naskah ANTARA tidak menyebutkan tanggal dan lokasi spesifik kejadian.
Okto menyampaikan belasungkawa kepada keluarga kedua atlet dan insan olahraga Indonesia. Ia menyebut mereka sebagai atlet muda yang memiliki semangat dan cita-cita besar.
Dalam pernyataan yang dikutip ANTARA dari rilis resmi, Okto mengatakan, “Keberhasilan kompetisi bukan hanya diukur dari prestasi, tetapi juga dari kemampuan kita memastikan setiap atlet bertanding dalam lingkungan yang aman, nyaman, terlindungi, dan menjunjung tinggi nilai sportivitas,”
Ia menegaskan keselamatan, perlindungan, dan kesejahteraan atlet perlu menjadi bagian mendasar dari ekosistem olahraga. NOC Indonesia juga meminta seluruh pihak menjadikan peristiwa tersebut sebagai bahan evaluasi bersama.
Menurut laporan yang sama, NOC Indonesia mendorong lingkungan olahraga yang aman, inklusif, dan bermartabat. Upaya perlindungan itu, menurut Okto, mencakup pencegahan kekerasan, pelecehan, eksploitasi, dan diskriminasi serta edukasi dan pendampingan.
Okto meminta agar kepergian Syabilla dan Ayudiah menjadi pengingat tentang pentingnya komitmen bersama untuk melindungi atlet. Ia menegaskan tugas olahraga bukan hanya mencetak juara, tetapi juga menjaga dan menghargai kehidupan atlet.