
Investor Pasar Modal Capai Hampir 34 Juta
11 menit yang lalu
ANTARA menjajaki kerja sama media untuk merespons tantangan dan peluang kecerdasan buatan dalam jurnalisme.
Terbit · 2 min read

Menurut laporan ANTARA, Direktur Utama LKBN ANTARA Abdul Hakim memanfaatkan penyelenggaraan World Media Summit (WMS) ke-7 untuk membangun jejaring dengan perusahaan media dari berbagai negara. Pertemuan itu membahas tantangan dan peluang kecerdasan buatan bagi industri media.
Acara berlangsung di Beijing dan dibuka pada Sabtu (7/11/2026) di Balai Besar Rakyat. Kegiatan bertema “Media di Era Kecerdasan: Dari Konsensus Menuju Aksi” itu diikuti hampir 500 delegasi dari sekitar 330 media, lembaga pemikir, instansi pemerintah, dan organisasi internasional dari 112 negara dan wilayah.
Abdul mengatakan kecerdasan buatan mengubah produksi dan distribusi informasi serta menimbulkan tantangan bagi kredibilitas media, profesionalisme jurnalis, dan masa depan industri pers. Menurutnya, teknologi itu juga dapat memperluas penyebaran misinformasi dan disinformasi serta mengaburkan batas antara informasi kredibel dan konten yang menarik perhatian.
Di sisi lain, Abdul menyebut teknologi tersebut berpeluang meningkatkan efisiensi operasional, mempercepat produksi berita, memperkuat riset, dan membantu analisis data berskala besar. Ia mengatakan jurnalis perlu meningkatkan kapasitas dan mempertahankan nilai manusia, seperti penilaian editorial, kepekaan sosial, etika, dan kedalaman analisis.
Abdul menyebut arsip dan data jurnalistik ANTARA yang terkumpul selama hampir sembilan dekade sebagai aset strategis yang dapat dikembangkan dengan kecerdasan buatan. Ia juga bertemu dengan sejumlah pimpinan media, termasuk Presiden sekaligus Pemimpin Redaksi Kantor Berita Kyodo Toshimitsu Sawai dari Jepang.
Sawai mengatakan Kyodo mendorong penggunaan kecerdasan buatan generatif secara aman dan efektif dengan mempertimbangkan tanggung jawab serta etika. Menurut laporan ANTARA, Kyodo telah menetapkan aturan penggunaan teknologi tersebut dalam pekerjaan editorial dan tetap menempatkan keputusan serta tanggung jawab pada manusia.
Pada Jumat (6/11/2026), Abdul bertemu dengan pemimpin kantor berita Malaysia BERNAMA, Wong Chun Wai. Wong mendorong negara berperan dalam membentuk perkembangan kecerdasan buatan agar bahasa, pengalaman, dan suara masyarakat terwakili; ia juga menilai wartawan perlu menguasai keterampilan terkait teknologi itu.
Dalam acara pembukaan, Presiden Xinhua Fu Hua menyampaikan bahwa kantor berita tersebut mengembangkan agen kecerdasan buatan bernama Xinhua Yudian dengan lebih dari 100 fungsi. Abdul juga bertemu Fu pada Kamis (5/11/2026), serta sejumlah pimpinan media dan pejabat dari Mongolia, Lebanon, Nigeria, dan Polandia; WMS turut digelar untuk memperingati 95 tahun Kantor Berita Xinhua.