
ESDM dan SKK Migas Raih CNN Indonesia Awards
9 menit yang lalu
Kementerian Pertanian menghubungkan produksi petani, koperasi, dan kebutuhan jagung peternak.
Terbit · 1 min read

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman merespons kebutuhan petani dan peternak dengan mendorong pengembangan produksi jagung, penyaluran jagung Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), serta penguatan koperasi. Menurut laporan ANTARA, langkah itu dibahas dalam dialog dengan petani jagung dan peternak di Blitar.
ANTARA menyebut Amran memberi keterangan di Jakarta pada Sabtu. Dalam dialog di Blitar, peternak asal Blitar, Nur Syamsudin, menyatakan sanggup mengembangkan lahan jagung seluas 500 hektare bersama petani setempat; ia mengembangkan usaha peternakan di Kalimantan Tengah.
Amran meminta komitmen pengembangan lahan itu dicatat dan dikoordinasikan dengan jajarannya. Ia menyebut petani dapat memperoleh benih gratis serta dukungan pompa dan alat mesin pertanian sesuai kemampuan anggaran pemerintah.
Skema yang disampaikan menghubungkan petani jagung, koperasi, dan peternak. Hasil panen diserap koperasi, sedangkan kelebihan produksi dapat dibeli dan disimpan Bulog sebagai cadangan. Menurut laporan yang sama, koperasi dapat menitipkan hasil yang dibeli Bulog dan mengambilnya kembali pada September, Oktober, November, atau Desember.
Amran juga meminta jajarannya melayani permintaan 50 ton jagung SPHP dari Koperasi Koderma di Magetan. Laporan ANTARA menyebut pemenuhan pasokan ditujukan terutama bagi koperasi peternak di Blitar, Magetan, dan Lamongan.
Peternak asal Lamongan, Suparto, menyampaikan bahwa jagung SPHP tahap ketiga belum tersedia meski koperasinya telah mendapat alokasi. Setelah Suparto mengonfirmasi jumlah 40 ton, Amran meminta jagung tersebut disalurkan melalui Bulog Bojonegoro.
Amran mengatakan penguatan produksi perlu disertai kepastian penyerapan dan ketersediaan pasokan bagi peternak. Dalam skema tersebut, koperasi menjadi penghubung rantai pasok, sementara Bulog dapat menyerap kelebihan hasil panen.