
Shin Tae Yong Absen di Persija vs Persebaya
9 menit yang lalu
MCU menilai kondisi kesehatan secara lebih luas, sedangkan skrining mencari penyakit atau faktor risiko tertentu pada orang tanpa gejala.
Terbit · 1 min read

Menurut laporan ANTARA, pemeriksaan kesehatan berkala dapat membantu seseorang mengetahui kondisi tubuh, mengenali faktor risiko, dan mempertimbangkan langkah pencegahan. Pemeriksaan kesehatan menyeluruh atau MCU dan skrining sama-sama berkaitan dengan pencegahan, tetapi berbeda dalam cakupan dan sasarannya.
Laporan itu menjelaskan bahwa MCU dapat dilakukan untuk mengetahui kondisi tubuh secara lebih menyeluruh. Pemeriksaan ini umumnya dimulai dengan wawancara tentang riwayat kesehatan, kebiasaan sehari-hari, riwayat penyakit keluarga, dan keluhan.
Dokter dapat melanjutkan dengan pemeriksaan fisik atau tes tambahan, seperti pengukuran tekanan darah serta pemeriksaan darah, kolesterol, gula darah, atau fungsi organ tertentu. Jenis pemeriksaan disesuaikan dengan usia, jenis kelamin, riwayat kesehatan, faktor risiko, dan kondisi pasien.
Sementara itu, skrining ditujukan untuk menemukan kemungkinan penyakit atau faktor risiko pada orang yang belum menunjukkan gejala. Menurut laporan yang sama, skrining biasanya menyasar kelompok tertentu berdasarkan usia, jenis kelamin, atau faktor risiko, dengan pemeriksaan yang berfokus pada kondisi tertentu.
Contoh skrining yang disebut ANTARA meliputi pemeriksaan tekanan darah, diabetes, kanker serviks, kanker payudara, dan kanker kolorektal. Jenis serta waktu pelaksanaannya tidak sama untuk setiap orang dan perlu mempertimbangkan rekomendasi medis.
Perbedaan lainnya terletak pada tindak lanjut. Hasil MCU dapat menjadi dasar saran kesehatan atau pemeriksaan lanjutan, sedangkan hasil skrining yang mengindikasikan kemungkinan penyakit perlu dikonfirmasi melalui pemeriksaan diagnostik; hasil positif skrining belum memastikan seseorang mengidap penyakit.
ANTARA menyebut MCU dan skrining dapat saling melengkapi, dengan pilihan pemeriksaan bergantung pada kebutuhan dan faktor risiko. Pemeriksaan sebanyak mungkin tidak selalu lebih baik karena skrining yang tidak sesuai indikasi dapat menghasilkan temuan positif palsu dan memicu pemeriksaan tambahan.
Usia, riwayat penyakit keluarga, pola hidup, kondisi kesehatan, dan keluhan dapat menjadi pertimbangan dalam menentukan pemeriksaan. Laporan ANTARA juga merujuk tinjauan ilmiah dalam jurnal JAMA pada 2021 yang membahas perlunya menilai manfaat pemeriksaan umum berdasarkan jenis pemeriksaan dan kebutuhan pasien; konsultasi dengan dokter dapat membantu menentukan pemeriksaan yang sesuai.