
Industri Drakor Minta Dana 1 Triliun Won
11 menit yang lalu
Insiden Jaecoo J5 EV menjadi sorotan bersama kerusakan roda belakang pada kendaraan lain.
Terbit · 1 min read

Menurut laporan ANTARA, roda belakang sebuah Jaecoo J5 EV terlepas di kawasan K.H. Mas Mansyur, Jakarta Pusat. Peristiwa itu terjadi Rabu (4/11/2026) sekitar pukul 08.20, menurut unggahan pemilik akun Threads @chrisappleb yang dikutip ANTARA.
Unggahan tersebut menyebut kejadian berlangsung sebelum sebuah jembatan layang di kawasan itu. Video yang diunggah mendapat sekitar 4,9 ribu tanda suka, 1,3 ribu komentar, dan 497 kali dibagikan, menurut laporan yang sama.
Dalam laporan itu, kendaraan disebut berhenti di tepi jalan dengan roda belakang terlepas. Sejumlah komponen lain diduga merupakan bagian dari bodi belakang.
Hingga berita diterbitkan, Jaecoo Indonesia belum memberikan tanggapan kepada ANTARA mengenai insiden tersebut.
Peristiwa ini mengingatkan pada insiden Chery Omoda 5 di Johor Bahru, Malaysia, pada Selasa (6/10/2026). Dalam kejadian itu, rangkaian as roda belakang beserta kedua rodanya terlepas dan ditemukan di belakang mobil, menurut laporan yang sama.
Kasus Omoda 5 itu menjadi perhatian karena model tersebut pernah mengalami persoalan serupa pada 2024. ANTARA menyebut investigasi Chery Malaysia saat itu mengidentifikasi kesalahan kalibrasi mesin pengelasan di pemasok sebagai penyebab masalah komponen as roda belakang; 60 unit produksi Agustus 2023 terdampak dan masuk dalam penanganan perusahaan.
Insiden lain terjadi pada BYD Atto 1 di kawasan Ring Road Raya, Cengkareng, Jakarta Barat, pada Senin (2/11/2026). Menurut laporan ANTARA, kendaraan itu mengalami kerusakan pada as roda belakang kanan setelah sebelumnya menabrak pembatas jalan.
Pengemudi menyebut mobil masih dapat berjalan sekitar satu hingga dua kilometer setelah benturan sebelum rodanya terlepas. ANTARA melaporkan tim purnajual BYD Indonesia mengaku telah berkoordinasi dengan pemilik untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Ketiga insiden melibatkan kendaraan dari pabrikan berbeda, sehingga kesamaan bentuk kerusakan belum cukup untuk menyimpulkan penyebab teknis yang sama. Pemeriksaan komponen, kronologi benturan, dan hasil investigasi masing-masing pabrikan diperlukan untuk memastikan penyebab serta penanganannya.