
Menag Dorong Santri Kuasai Beragam Ilmu
8 menit yang lalu
Pelatihan membahas cara menyampaikan hasil riset dengan bahasa sederhana agar dipahami masyarakat.
Terbit · 1 min read

ANTARA memberikan pelatihan penulisan publikasi ilmiah kepada tim periset penerima program BESTARI Saintek untuk membantu mereka menyampaikan hasil riset sebagai narasi yang bermanfaat bagi masyarakat. Menurut laporan ANTARA, Redaktur Karkhas Perum LKBN ANTARA Sri Haryati menyampaikan hal itu di Kota Malang, Jawa Timur, pada Jumat (30/10/2026).
Pelatihan tersebut menjadi bagian dari Living Lab Summit 2026, yang meliputi seminar nasional dan pameran Living Lab. Kegiatan berlangsung di Gedung Pandhita Majapahit, Universitas Brawijaya, Kota Malang.
Pelatihan itu diikuti setidaknya 200 ketua dan anggota tim periset penerima BESTARI Saintek. Sri mengatakan publikasi sebaiknya memakai bahasa sederhana tanpa menghilangkan fokus riset sebagai inti informasi.
“Cara memublikasikan harus dengan bahasa yang populer supaya bisa dipahami semua, karena pembaca kan macam-macam,” kata Sri, seperti dikutip ANTARA.
Sri mengatakan penulis perlu menentukan sudut pandang agar pembaca memahami hal yang ingin diperjuangkan. Ia juga mendorong peserta untuk terus belajar menulis dan memublikasikan hasil riset guna memperkaya wawasan masyarakat.
Menurut laporan yang sama, Sri menilai bahasa isu ilmiah perlu disederhanakan agar dapat dipahami pembaca umum. Ia mengatakan pembahasan yang terlalu teknis dapat ditempatkan dalam jurnal, sedangkan tulisan untuk masyarakat perlu menggunakan bahasa yang lebih populer.
Sri juga menyebut sejumlah riset memiliki potensi memberi manfaat bagi kepentingan publik, termasuk penelitian tentang mitigasi perubahan iklim. Ia mendorong hasil riset yang telah menunjukkan hasil nyata dipublikasikan agar dapat menjadi contoh bagi daerah lain.