
Veda Ega Start Posisi 14 di Moto3 Qatar
19 menit yang lalu
Pemetaan menemukan jejak sesar dan gas alami dari mata air; Badan Geologi menyiapkan uji laboratorium serta pembaruan peta.
Terbit · 1 min read

Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral menemukan jejak sesar aktif di Sulawesi Tengah. Menurut laporan CNBC Indonesia, tim menemukan sesar permukaan di Desa Lembantongoa, Kabupaten Sigi, yang terkait dengan gempa bermagnitudo 6,7 pada 16 Juni 2026.
Temuan itu diperoleh dalam survei pemetaan selama 25 hari di Kota Palu, Kabupaten Sigi, dan sekitarnya. Laporan CNBC Indonesia yang terbit pada 8 November 2026 itu juga menyebut tim menemukan sesar permukaan di Desa Padende, Kabupaten Sigi, akibat gempa pada 28 September 2026.
Badan Geologi menyatakan retakan tanah tersebut dapat membahayakan bangunan dan infrastruktur jika terjadi pergerakan susulan. Dalam unggahan akun Instagram resminya yang dikutip CNBC Indonesia, lembaga itu menyebut, “Berbahaya bagi bangunan maupun infrastruktur jalan, pipa, kabel jika terjadi pergerakan susulan,”
Tim juga menemukan fenomena gas alami yang muncul dari mata air di Kecamatan Palolo. Menurut laporan CNBC Indonesia, retakan akibat sesar aktif dapat menjadi jalur bagi gas dari dalam bumi untuk naik ke permukaan.
Para ahli kebumian menelusuri jejak dan indikasi sesar di permukaan maupun bawah permukaan. Pemetaan itu ditujukan untuk memperoleh data lebih terperinci mengenai sesar aktif di Indonesia.
Badan Geologi menyebut pemetaan tersebut bertujuan mengidentifikasi jejak sesar dan menyusun peta sesar aktif skala 1:100.000 di Kota Palu dan Kabupaten Sigi. Data itu juga ditujukan untuk mendukung mitigasi gempa, perencanaan tata ruang, pengembangan wilayah, serta Kebijakan Satu Peta.
Badan Geologi merencanakan pengujian laboratorium terhadap sampel air dan gas dari mata air yang dapat mengeluarkan api. Lembaga itu juga sedang menyusun peta sesar aktif skala 1:100.000 dan berencana menyosialisasikan hasilnya kepada warga.
Badan Geologi menyatakan penyelidikan dan pemetaan dilakukan untuk menyediakan data sesar aktif bagi penataan ruang berbasis kondisi geologi dan mitigasi bencana geologi.