
Bali Gratiskan Bus Listrik Koridor I Trans Sarbagita
17 menit yang lalu
Paparan media tanam kaya mikroba dalam eksperimen sebulan berkaitan dengan perubahan mikrobiota kulit dan penanda imun.
Terbit · 1 min read

Berkebun dengan media tanam kaya mikroba dikaitkan dengan perubahan keragaman bakteri kulit dan penanda yang berhubungan dengan pengaturan sistem imun. Menurut laporan CNNIndonesia.com, temuan itu berasal dari penelitian yang menguji kegiatan berkebun selama satu bulan.
Eksperimen tersebut dilakukan di Finlandia dengan peserta yang menanam tanaman pangan di dalam ruangan selama musim dingin. Peserta dibagi menjadi kelompok yang menggunakan media tanam dengan keragaman mikroba tinggi dan kelompok pembanding dengan keragaman lebih rendah.
Menurut laporan yang sama, kelompok yang memakai media tanam kaya mikroba menunjukkan perubahan keragaman bakteri kulit. Jaringan interaksi antarbakteri pada kulit mereka meningkat rata-rata tiga kali lebih besar dibandingkan kelompok kontrol.
Penelitian itu juga mencatat peningkatan kadar interleukin-10 (IL-10) dalam plasma darah kelompok yang menggunakan media tanam kaya mikroba dibandingkan kelompok kontrol. IL-10 merupakan sitokin yang berperan mengatur respons kekebalan tubuh dan membantu mengendalikan peradangan.
Laporan CNNIndonesia.com, yang mengutip jurnal Environment International, menyebut sejumlah kelompok bakteri kulit mengalami peningkatan. Kelompok tersebut mencakup Bacteroidetes, Planctomycetes, Proteobacteria, Cyanobacteria, dan Verrucomicrobia.
Laporan itu juga mengutip studi Finnish Environment Institute yang meminta peserta menggosokkan tangan dengan tanah, gambut, dan lumut selama 20 detik. Jumlah dan keragaman mikroba pada kulit mereka meningkat, termasuk setelah tangan dibilas dengan air keran.
Selain itu, penelitian terhadap anak-anak di Finlandia menemukan keragaman mikroba kulit lebih tinggi pada anak yang bermain di area dengan material menyerupai lantai hutan dibandingkan anak yang bermain di halaman berpermukaan keras.
Mikrobiota kulit adalah komunitas mikroorganisme yang hidup di permukaan kulit. Temuan-temuan tersebut menunjukkan bahwa kontak dengan lingkungan alami berpotensi memengaruhi komunitas mikroba kulit dan sejumlah penanda imun.