
Ukraina Sebut Koneksi SpaceX Stabil pada 400 Km/Jam
1 jam yang lalu
Pendiri Microsoft menilai masa transisi ekonomi berbasis AI berpotensi memicu gejolak ekonomi dan sosial.
Terbit · 2 min read

Menurut laporan CNN Indonesia, pendiri Microsoft Bill Gates memperingatkan bahwa masa transisi menuju ekonomi berbasis kecerdasan buatan (AI) berpotensi memicu gejolak ekonomi dan sosial selama dua dekade.
Peringatan itu disampaikan Gates dalam wawancara di siniar Decoder yang dirilis Kamis (22/10/2026). Ia menyebut perkembangan AI akan menciptakan kelompok yang diuntungkan dan dirugikan, serta berpotensi mengubah struktur ketenagakerjaan.
Dikutip dari laporan The Nation, Gates mengatakan kekhawatiran terbesarnya adalah masa transisi 20 tahun tersebut. Menurutnya, pada periode itu akan ada pihak yang diuntungkan dan dirugikan serta banyak gejolak.
Gates menegaskan bahwa perkiraan 20 tahun itu bukan prediksi pasti. Masa transisi bisa lebih singkat atau lebih panjang, bergantung pada perkembangan teknologi dan keputusan manusia dalam mengatur laju pengembangannya.
Menurut laporan yang sama, Gates menilai kemajuan AI dan robot berbentuk manusia berpotensi membuat mesin mengambil alih sebagian besar pekerjaan fisik, seperti membangun rumah, memproduksi pangan, dan melakukan tindakan medis seperti operasi. Jika kemampuan itu berkembang sesuai harapan, teknologi dapat membantu mengurangi kekurangan tenaga kerja dan meningkatkan ketersediaan barang dan jasa.
Gates menilai masyarakat mungkin tetap memilih mempertahankan sejumlah aktivitas untuk dilakukan manusia, meski mesin mampu mengambil alihnya. Pengasuhan anak, menyiapkan makanan, seni, dan olahraga disebut sebagai contoh karena nilai pengalaman dan interaksi di dalamnya.
Di tengah kekhawatiran itu, Gates juga menyoroti manfaat AI, terutama di sektor kesehatan dan pertanian. Teknologi ini berpotensi membantu meningkatkan layanan medis, mendukung produksi pangan, dan mengatasi tantangan penyediaan kebutuhan masyarakat.
Gates memperingatkan bahwa pemerintah dan masyarakat belum cukup siap menghadapi pesatnya perkembangan teknologi tersebut. Ia mendorong pengawasan pemerintah yang lebih kuat dan perlindungan teknis untuk mengantisipasi risiko AI, termasuk serangan siber dan ancaman biologis, serta menyatakan perusahaan pengembang AI tidak bisa menjadi satu-satunya pihak yang mengelola risiko itu.
Gates mengatakan tidak suka menjadi pembawa kabar yang mengkhawatirkan, tetapi menilai akan lebih buruk jika tidak memberi tahu orang-orang. Menurutnya, manusia punya pilihan tentang cara membentuk perkembangan AI, yang bahkan dalam skenario terbaik dapat membawa salah satu periode paling penuh gejolak dalam sejarah manusia.