
iPad Mini Baru Dibekali Baterai 4.900 mAh
12 menit yang lalu
Kementerian Pertahanan Jepang menyiapkan riset roket kecil untuk mempercepat penggantian satelit yang terganggu.
Terbit · 1 min read

Kementerian Pertahanan Jepang membuka kesempatan bagi perusahaan swasta untuk mengajukan proposal penelitian roket kecil guna meluncurkan satelit pengganti dengan cepat. Menurut laporan ANTARA yang terbit 1 November 2026, roket itu dirancang untuk digunakan jika satelit di orbit diserang atau mengalami gangguan fungsi.
Inisiatif tersebut dikelola Kementerian Pertahanan Jepang. Laporan ANTARA tidak menyebut tanggal pembukaan pengajuan proposal maupun lokasi peluncuran roket yang akan dikembangkan.
Anggaran tahun fiskal 2026 mengalokasikan sekitar 70 juta yen, setara 444.000 dolar AS atau sekitar Rp8,03 miliar, untuk mendukung penelitian tersebut. Pemerintah Jepang menargetkan penetapan perusahaan pelaksana proyek paling lambat Februari 2027.
Dalam seleksi proposal, kementerian akan menilai biaya pengembangan, metode, serta waktu produksi roket. Kementerian juga mengkaji penggunaan pencetak 3D dan perangkat lain untuk mengefisienkan pembuatan komponen.
Pilihan lokasi peluncuran yang sedang dikaji mencakup darat, laut, dan udara. Menteri Pertahanan Jepang Shinjiro Koizumi menyampaikan pada konferensi pers pada Oktober bahwa pemulihan fungsi satelit dengan cepat penting dari sisi keamanan, terutama dalam keadaan darurat.
Menurut laporan yang sama, pemerintah Jepang menyatakan sekitar separuh peluncuran satelit negara itu masih bergantung pada roket dari luar negeri. Jepang juga mengoperasikan konstelasi satelit kecil untuk memantau berbagai sasaran.
Sejumlah pakar, sebagaimana diberitakan ANTARA, memperingatkan China dan Rusia sedang mengembangkan satelit yang dapat menyerang dan melumpuhkan satelit negara lain. Kementerian berharap riset tersebut mendorong inovasi perusahaan swasta dan mendukung industri antariksa.
Pemerintahan Perdana Menteri Sanae Takaichi memandang industri antariksa sebagai salah satu bidang yang berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi. Koizumi juga menyampaikan harapan agar Jepang menghasilkan sistem transportasi antariksa baru yang mampu bersaing secara global.