
Kapolda Kalteng Komitmen Tuntaskan Penegakan Hukum Karhutla
12 menit yang lalu
Penjajakan mencakup daur ulang limbah elektronik dan baterai bekas, serta pengembangan bioetanol.
Terbit · 1 min read

Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) menjajaki kerja sama dengan Jepang dalam pengembangan teknologi daur ulang limbah elektronik dan baterai bekas serta bioetanol. Menurut laporan ANTARA, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto menyampaikan penjajakan itu dalam keterangan di Jakarta, Kamis (29/10/2026).
Laporan tersebut tidak menyebutkan tanggal penjajakan. Pembahasan mencakup peluang pemulihan material dari limbah elektronik dan baterai untuk digunakan kembali sebagai bahan baku industri.
Brian mengatakan Indonesia perlu merespons tantangan energi dengan dukungan teknologi dan keterlibatan mitra industri. Ia menyatakan, “Kita harus berpikir cepat, Indonesia tengah menjajaki kerja sama dengan berbagai negara untuk mengembangkan industri kita,” menurut laporan ANTARA.
Brian juga menyampaikan keinginan untuk menjajaki diskusi dengan perusahaan otomotif Jepang mengenai potensi dukungan bagi pengembangan bioetanol.
Menurut laporan yang sama, pengembangan teknologi memerlukan keterlibatan perguruan tinggi, peneliti, pemerintah, dan pelaku usaha. Perguruan tinggi dapat mendukung penelitian serta pengujian, sementara mitra industri dapat mengkaji kebutuhan produksi dan potensi penerapan.
Direktur Eksekutif Pusat Strategi Teknologi dan Inovasi (Technology and Innovation Strategy Center/TSC) pada Organisasi Pengembangan Teknologi Energi Baru dan Industri (New Energy and Industrial Technology Development Organization/NEDO) Jepang, Kikuo Kishimoto, mengatakan penelitian untuk memulihkan material dari baterai masih berada pada tahap awal. Ia menyampaikan keterbukaan terhadap pengembangan teknologi yang mendukung kebutuhan Indonesia.
Pembahasan juga meliputi pengolahan limbah plastik dengan pendekatan peningkatan nilai guna, termasuk pemanfaatan botol plastik bekas menjadi material yang dapat digunakan kembali dalam proses industri.
Untuk bioetanol, pembahasan menyoroti kebutuhan akan teknologi yang kompetitif dari sisi harga serta kepastian pasar. Kemdiktisaintek mendorong pemetaan kebutuhan riset, teknologi yang sesuai, dan potensi mitra industri sebagai tindak lanjut penjajakan.