
Erick Thohir Soroti Pengorbanan Pemain Timnas
11 menit yang lalu
Kemkomdigi mengingatkan publik agar memeriksa informasi dari media sosial dan kecerdasan buatan melalui sumber tepercaya.
Terbit · 1 min read

Menurut laporan ANTARA, Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) menekankan pentingnya memeriksa informasi yang beredar di media sosial maupun jawaban dari perangkat kecerdasan buatan (AI). Direktur Kemitraan Komunikasi Lembaga dan Kehumasan Kemkomdigi Marroli Jeni Indarto menyampaikan hal itu di Jakarta, Kamis (29/10/2026).
Marroli mengatakan platform digital dan perangkat AI memudahkan masyarakat mencari informasi, tetapi informasi yang beredar atau disajikan tidak selalu benar. Ia berbicara di Kantor Kemkomdigi, Jakarta Pusat.
Menurut laporan yang sama, Marroli menjelaskan algoritma platform digital turut menentukan konten yang diterima masyarakat setiap hari. Algoritma menyarankan konten berdasarkan aktivitas, minat, atau interaksi pengguna media sosial.
Ia mengingatkan bahwa jawaban AI juga perlu ditanggapi secara kritis karena alat tersebut bekerja berdasarkan pola pemakaian penggunanya. Sejumlah pengembang AI telah menyampaikan bahwa jawaban yang dihasilkan tidak selalu benar.
Marroli menganjurkan pengguna memeriksa kembali informasi dari media sosial dan AI serta membandingkannya dengan sumber tepercaya. Ia menyebut publikasi media massa yang telah diverifikasi Dewan Pers sebagai salah satu rujukan.
Pada Jumat (23/10/2026), Kemkomdigi meminta penyelenggara sistem elektronik yang mengelola platform digital meningkatkan transparansi penggunaan AI dan pengelolaan algoritma. Permintaan itu ditujukan untuk melindungi hak publik dalam menerima informasi.
Kemkomdigi berharap transparansi tersebut membantu masyarakat mengetahui bagaimana informasi dibuat, ditampilkan, dan didistribusikan di ruang digital.
Sekretaris Direktorat Jenderal Pengawasan Ruang Digital Kemkomdigi Mediodecci Lustarini mengatakan jawaban AI tidak selalu benar. Ia menyatakan informasi penting perlu diperiksa melalui sumber kredibel, terutama jika berkaitan dengan kebijakan pemerintah atau tuduhan terhadap pihak tertentu.