
Bantul Dorong Wisata Berbasis Masyarakat
13 menit yang lalu
Simposium di Jakarta membahas perkembangan penanganan gangguan saraf dan otak serta kolaborasi dokter.
Terbit · 1 min read

Mayapada Hospital Jakarta Selatan menggelar Mayapada Neuro Connect 2026 untuk membahas penanganan penyakit saraf dan otak melalui inovasi medis dan kolaborasi lintas spesialis. Menurut laporan CNNIndonesia.com, kegiatan itu berlangsung pada 24-25 Oktober 2026.
Simposium dan lokakarya medis tersebut diikuti lebih dari 2.000 dokter dari berbagai wilayah di Indonesia dan menghadirkan 22 dokter spesialis serta subspesialis Mayapada Hospital Jakarta Selatan sebagai narasumber.
Laporan yang sama menyebutkan, acara itu mencakup demonstrasi teknik bedah saraf minimal invasif dan prosedur berbantuan robot. Dokter spesialis bedah saraf juga mengikuti praktik langsung menggunakan kadaver.
Kegiatan tersebut menjadi wadah berbagi pengalaman mengenai kolaborasi lintas spesialis dalam menangani kasus saraf dan otak yang kompleks. Direktur Mayapada Hospital Jakarta Selatan, Fiktorius Kuludong, mengatakan acara itu ditujukan untuk memperbarui pengetahuan, mengasah keterampilan, dan memperkuat kerja sama dokter.
Menurut Fiktorius, peningkatan layanan kesehatan memerlukan keahlian tenaga medis, kolaborasi multidisiplin, serta penerapan standar mutu dan keselamatan pasien, selain dukungan teknologi. Ia menyebut rumah sakit itu telah meraih akreditasi internasional Joint Commission International.
Topik yang dibahas meliputi diagnosis dan terapi penyakit saraf degeneratif, stroke, gangguan tidur, gangguan pembuluh darah otak, masalah tulang belakang dan fungsi gerak, pemulihan fungsi saraf, serta pencitraan diagnostik. Acara itu juga membahas teknologi SPECT.
Perwakilan Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Neurologi Indonesia, Abdul Wahid Indrajaya, menyoroti perlunya peningkatan kompetensi dokter. Ia menyebut stroke masih menjadi tantangan kesehatan di Indonesia dan menyatakan angka kematian akibat stroke mencapai sekitar 337.000 jiwa per tahun.
Dokter spesialis bedah saraf Satyanegara mengatakan penanganan kasus kompleks membutuhkan ketepatan pendekatan klinis, keahlian dokter, teknologi, dan kolaborasi. Laporan CNNIndonesia.com juga menyebut Mayapada Hospital Jakarta Selatan telah diakui sebagai rumah sakit siaga stroke oleh World Stroke Organization dan menyediakan layanan kegawatdaruratan stroke 24 jam.