
Menag Dorong Santri Kuasai Beragam Ilmu
12 menit yang lalu
Nezar menyoroti risiko AI dalam keputusan keuangan dan kesehatan serta pentingnya perlindungan data pribadi.
Terbit · 1 min read

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria mengingatkan pentingnya mitigasi risiko penggunaan kecerdasan artifisial (AI), terutama untuk pengambilan keputusan di bidang keuangan dan kesehatan. Menurut laporan ANTARA, ia menyampaikan hal itu dalam keterangan pers di Jakarta, Jumat (30/10/2026).
Nezar mengatakan pemanfaatan AI tidak seharusnya hanya mengejar inovasi dan efisiensi, tetapi juga memperhitungkan risiko ketika teknologi itu berperan dalam pengambilan keputusan.
Di sektor keuangan, penggunaan AI yang diberi kewenangan melakukan transaksi atau mengambil keputusan dapat menyebabkan kerugian jika sistem melakukan kesalahan. Nezar menyebut kesalahan eksekusi berpotensi membuat uang hilang atau memicu kekacauan sistemik.
Ia juga mengingatkan risiko AI dalam membantu diagnosis penyakit dan mendukung keputusan layanan medis. Kesalahan diagnosis atau rekomendasi dapat berdampak serius pada keselamatan manusia.
Menurut laporan yang sama, Nezar turut menyoroti keamanan data pribadi pasien. Ia mengatakan pengelolaan data yang menjadi bahan pengembangan dan pengoperasian AI perlu dilakukan secara hati-hati agar informasi sensitif tidak bocor atau disalahgunakan.
Nezar menyebut Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2022 tentang Pelindungan Data Pribadi sebagai salah satu instrumen untuk menjaga keamanan ekosistem AI nasional. Penggunaan data dalam pengembangan teknologi, menurutnya, tetap harus memperhatikan hak masyarakat atas informasi pribadi, termasuk data kesehatan.
Pemerintah juga menyiapkan peraturan mengenai Peta Jalan Nasional AI dan Etika AI. Nezar mengatakan perkembangan teknologi perlu dipetakan secara menyeluruh agar regulasi tidak terlalu berat.
Pemerintah, lanjut Nezar, mendukung pengembangan ekosistem AI nasional melalui peningkatan infrastruktur pendukung, talenta digital, serta riset dan pengembangan. Upaya tersebut diharapkan berjalan bersama tata kelola dan mitigasi risiko untuk melindungi masyarakat.