
Paris Jackson Gugat Pengelola Warisan Ayahnya
25 menit yang lalu
Skenario gempa Megathrust Selatan Jawa dapat berdampak pada pesisir Jakarta, Banten, dan Lampung.
Terbit · 1 min read

Peneliti Pusat Riset Kebencanaan Geologi BRIN Nuraini Rahma Hanifa memperkirakan gempa pada segmen Megathrust Selatan Jawa dapat memicu tsunami yang mencapai pesisir utara Jakarta. Menurut laporan CNBC Indonesia, ketinggian gelombang di kawasan itu diperkirakan berkisar 1 hingga 1,8 meter.
Dalam perhitungan Rahma yang dikutip CNBC Indonesia pada Minggu (8/11/2026), gelombang diperkirakan tiba di Jakarta dalam 2,5 jam. Skenario yang dibahas berawal dari segmen di wilayah Pangandaran dan dapat berdampak ke kawasan Selat Sunda. Rahma memperkirakan tsunami di Pangandaran dapat mencapai sekitar 20 meter jika segmen tersebut pecah.
Rahma memperkirakan gempa di segmen Selatan Jawa dapat mencapai magnitudo 8,7 jika energi yang terkunci dilepaskan sekaligus. Pergerakan mendadak di zona subduksi dapat memicu guncangan kuat dan memindahkan kolom air laut.
Menurut laporan yang sama, gelombang tsunami dari skenario tersebut diperkirakan menyebar ke berbagai arah. Rahma menyebut dampaknya dapat menjangkau pesisir Banten dan Lampung, selain wilayah selatan Jawa.
Untuk pesisir Banten, Rahma memperkirakan ketinggian tsunami sekitar 4 sampai 6 atau 8 meter, dengan variasi antarlokasi. Ia juga menyebut kawasan Lampung yang menghadap Selat Sunda dapat terdampak.
Rahma mengatakan wilayah pesisir utara Jakarta menjadi bagian Jakarta yang diperkirakan terkena dampak, dengan ketinggian gelombang hingga 1,8 meter. Dalam perbandingan waktu yang disampaikan kepada CNBC Indonesia, tsunami diperkirakan tiba di pesisir selatan Jawa dalam 40 menit dan Lebak dalam 18 menit.
Indonesia disebut memiliki 14 segmen Megathrust dan berada di Cincin Api Pasifik. BRIN mengajak masyarakat mewaspadai risiko gempa dan dampak lanjutannya, yang dapat mencakup kematian, cedera, kerusakan infrastruktur dan lingkungan, dampak sosial ekonomi, serta gangguan layanan dasar.