
RDMP Balikpapan Capai 99 Persen
10 menit yang lalu
Bantuan perangkat disertai pelatihan dan pendampingan untuk mendukung kegiatan belajar siswa.
Terbit · 1 min read

PT Pertamina (Persero) memberikan telepon genggam pintar kepada 30 anak penyandang disabilitas netra di empat wilayah, menurut laporan ANTARA. President Director Pertamina Foundation Agus Mashud S Asngari mengatakan program itu membantu penerima mengakses materi pelajaran dan informasi secara lebih mandiri.
Bantuan diberikan di Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, Maluku, dan Maluku Utara. Pada Jumat (9/10/2026), sebanyak 10 siswa di SLB Negeri 1 dan SLB Negeri 2 Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, menerima perangkat tersebut.
Perangkat dilengkapi aplikasi pendukung aksesibilitas, termasuk pembaca layar TalkBack dan teknologi teks ke suara berbahasa Indonesia. Fitur itu dirancang agar siswa dapat mengakses informasi digital melalui suara, termasuk materi pelajaran dan aplikasi pendidikan.
Penyerahan bantuan di Lombok Tengah disertai edukasi penggunaan perangkat dan aplikasi. Enam siswa SLBN 1 Lombok Tengah dan empat siswa SLBN 2 Lombok Tengah menjadi penerimanya.
Dua penerima manfaat, Rendi dan Nindi, turut mengikuti seremoni penyerahan dalam rangkaian Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 di Pertamina Mandalika International Circuit, Lombok, pada Sabtu (10/10/2026).
Program Digital Netra Setara juga mencakup pelatihan bagi siswa serta pembekalan bagi guru dan mentor pendamping. Materinya meliputi navigasi dasar TalkBack, komunikasi dan pengetikan, penggunaan aplikasi pendidikan dan sistem pengelolaan pembelajaran, serta keamanan digital.
Menurut laporan yang sama, pendampingan direncanakan berlangsung sekitar tiga bulan agar siswa dapat membangun keterampilan digital secara bertahap. Agus mengatakan, “Kami ingin memastikan bahwa kesempatan untuk belajar dan berkembang terbuka bagi setiap anak. Bagi anak-anak penyandang disabilitas netra, akses terhadap teknologi yang sesuai kebutuhan dapat membantu membuka lebih banyak pintu menuju pengetahuan dan kemandirian.”