
Brasil Teratas, Indonesia Kelima dalam Frekuensi Mandi
15 menit yang lalu
DRAM dari perangkat bekas disebut membantu produksi, tetapi menimbulkan kekhawatiran soal keandalan jangka panjang.
Terbit · 1 min read

Menurut laporan ANTARA yang mengutip Gizmochina, sejumlah produsen ponsel pintar mulai memakai DRAM daur ulang dari perangkat bekas untuk menghadapi kelangkaan chip memori dan menjaga produksi.
Laporan Gizmochina itu terbit pada Kamis (22/10/2026) waktu setempat. Menurut Counterpoint Research, sejumlah merek ponsel pintar asal China sempat memangkas target produksi dan menekan biaya pada kuartal kedua 2026 akibat lonjakan harga serta pasokan memori yang tidak stabil.
Menjelang akhir kuartal ketiga, beberapa produsen kembali menaikkan target produksi karena tersedianya DRAM daur ulang dari ponsel, komputer, dan server lama.
Chip bekas itu dilepas dari perangkat, dibersihkan, diuji kelayakannya, lalu dipasang pada ponsel baru. Sejumlah produsen dilaporkan mempertimbangkan penggunaannya khusus untuk model kelas terjangkau.
Penggunaan komponen tersebut disebut memunculkan kekhawatiran tentang keandalan perangkat dalam jangka panjang. Chip yang telah digunakan selama lima hingga enam tahun rentan mengalami degradasi sel, yang berisiko meningkatkan kesalahan data dan menurunkan kinerja perangkat keras.
Laporan itu menyebut kelangkaan chip memori diperkirakan berlanjut hingga setelah 2027. Samsung Electronics dan SK Hynix mengalihkan fokus produksi ke memori bermargin tinggi untuk kebutuhan kecerdasan artifisial dan Memori Pita Lebar Tinggi, sehingga pasokan bagi industri ponsel pintar berkurang.
Counterpoint Research menilai DRAM daur ulang hanya menjadi solusi darurat jangka pendek, bukan penyelesaian permanen atas kelangkaan komponen.
Download the Hive app for live alerts and offline reading.