
Angkasa Pura Alihkan Saham GMFI ke InJourney
11 menit yang lalu
Riset sistem pendorong KRI Sriwijaya-100 menjadi fokus kerja sama PT PAL dan BRIN.
Terbit · 1 min read

PT PAL Indonesia (Persero) dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bekerja sama mengembangkan riset sistem pendorong berbasis energi bersih untuk KRI Sriwijaya-100. Menurut laporan ANTARA, kolaborasi ini ditujukan untuk mendukung kemandirian teknologi pertahanan nasional.
Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman tentang Riset dan Pemanfaatan Hasil Riset dan Inovasi di Bidang Industri Maritim Indonesia di Surabaya, Selasa (3/11/2026).
Direktur Produksi PT PAL, Diana Rosa, mengatakan keterlibatan industri dalam riset penting agar hasil penelitian dapat diterapkan untuk memenuhi kebutuhan teknologi nasional. “Bagi kami, hasil riset harus diterjemahkan menjadi teknologi yang aplikatif dan menjawab kebutuhan industri,” katanya.
Melalui kesepakatan itu, kedua pihak membuka ruang kolaborasi dalam riset, pengembangan, dan pemanfaatan inovasi di sektor industri maritim, energi, serta industri proses. Riset sistem pendorong KRI Sriwijaya-100 menjadi salah satu fokusnya.
Riset sistem pendorong berbasis energi bersih untuk KRI Sriwijaya-100 juga menjadi bagian dari penjajakan pengembangan teknologi propulsi dan energi yang lebih maju dengan mengandalkan kemampuan riset nasional. Penguasaan teknologi propulsi dinilai penting bagi industri galangan kapal dalam negeri untuk memperkuat kemampuan desain, rekayasa, dan integrasi sistem kapal.
Diana mengatakan pengembangan sistem pendorong KRI Sriwijaya-100 merupakan salah satu langkah untuk mempertemukan kemampuan riset dengan pengalaman industri. Ia berharap sinergi tersebut menghasilkan teknologi strategis dan meningkatkan kompetensi sumber daya manusia dalam teknologi perkapalan.
Kolaborasi itu juga diharapkan mendekatkan hasil penelitian lembaga riset dengan kebutuhan operasional industri. Dengan demikian, inovasi yang dikembangkan dapat diarahkan menuju penerapan, bukan berhenti pada tahap penelitian.
Diana mengatakan PT PAL dan BRIN berupaya memperkuat kapasitas nasional dalam pengembangan teknologi strategis kemaritiman. Upaya tersebut menjadi bagian dari pengembangan industri maritim yang mandiri dan berdaya saing.