
TNI Sebar 10 Ton Bahan Semai di Palembang
11 menit yang lalu
Penelitian pengolahan ikan dan rumput laut dinilai berpeluang mendukung pangan bergizi, dengan syarat keamanan dan kelayakan produksi diuji.
Terbit · 2 min read

Guru Besar Bidang Pengolahan Hasil Laut Universitas Sam Ratulangi (UNSRAT), Prof. Dr. Roike Iwan Montolalu, menilai hasil perikanan lokal berpeluang mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Menurut laporan Manado Post, gagasan itu disampaikan dalam orasi ilmiah pengukuhannya di Auditorium UNSRAT, Manado, 16 Januari 2025.
Dalam orasi bertema inovasi pengolahan hasil laut untuk mendukung MBG itu, Montolalu membahas cara mengolah ikan dan hasil laut lain menjadi pangan yang bergizi, aman, terjangkau, serta mudah didistribusikan. Program MBG mulai dilaksanakan pada 6 Januari 2025, menurut laporan yang sama.
Salah satu komoditas yang menjadi perhatian adalah cakalang, yang telah lama diolah masyarakat Sulawesi Utara menjadi cakalang fufu, pampis, dan produk lainnya. Laporan tersebut menyebut mutu, kebersihan, suhu pengolahan, masa simpan, dan keamanan sebagai tantangan dalam pengolahan ikan.
Pada 2018, Montolalu dan sejumlah peneliti menerbitkan penelitian tentang penggunaan asap cair pada cakalang asap, termasuk pengendalian senyawa berbahaya seperti hidrokarbon aromatik polisiklik. Penelitian lain yang terbit pada 2022 mengkaji mutu mikrobiologi, karakteristik sensori, dan masa simpan pampis cakalang asap cair dalam kemasan vakum dan atmosfer termodifikasi.
Montolalu dan timnya juga meneliti kemasan yang dapat dimakan berbahan karagenan, protein miofibril, dan kolagen dengan tambahan asap cair. Penelitian yang terbit pada 2024 menguji sejumlah karakteristik material, termasuk ketebalan, kelarutan, kekuatan tarik, elastisitas, dan kemampuan menahan uap air.
Laporan Manado Post menyebut Badan Gizi Nasional dan Kementerian Kelautan dan Perikanan menandatangani kerja sama pada 30 September 2026 untuk meningkatkan pemanfaatan ikan dalam MBG. Kerja sama itu mencakup pasokan ikan, pengembangan produk, penjaminan mutu dan keamanan pangan, serta pertukaran data.
Kedua lembaga kembali membahas rencana aksi kerja sama periode 2026–2029 pada 14 Oktober 2026. Salah satu perhatian ialah pengembangan produk ikan bergizi, aman, dan praktis, termasuk produk siap masak.
Namun, hasil penelitian tidak serta-merta dapat diterapkan dalam program pemerintah. Menurut laporan yang sama, produk masih memerlukan pengujian keamanan, validasi, pengembangan prototipe, penyesuaian standar, serta perhitungan biaya dan kapasitas produksi sebelum dapat digunakan dalam skala besar.