
Kualitas Udara Medan Kategori Sedang
13 menit yang lalu
TNI mengerahkan Hercules C-130, CN-295, dan Cassa-212 untuk operasi modifikasi cuaca penanganan karhutla di Kalimantan.
Terbit · 1 min read

Menurut laporan ANTARA, TNI mengerahkan tiga pesawat angkut untuk menjalankan operasi modifikasi cuaca (OMC) dalam rangka menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kalimantan.
Informasi tersebut tertuang dalam siaran pers resmi Pusat Penerangan TNI yang diterima di Jakarta, Senin (26/10/2026). Pengerahan tiga pesawat itu dilakukan pada Minggu (25/10/2026).
Ketiga pesawat tersebut adalah Hercules C-130, CN-295, dan Cassa-212. Pesawat-pesawat itu membawa lebih dari 10 ton NaCl dan es kering untuk disebarkan di langit Kalimantan.
Menurut laporan yang sama, Hercules C-130 menyemai 4,8 ton garam, sedangkan CN-295 menyemai 2 ton garam. Cassa C-212 melaksanakan lima penerbangan untuk menyemai 622 kilogram dan 2,7 ton es kering guna mendukung pembentukan awan hujan.
Dengan adanya hujan buatan itu, TNI berharap pemadaman wilayah gambut dan hutan yang terbakar di Kalimantan dapat berjalan maksimal. TNI juga memastikan akan terus menyiagakan pesawat angkut untuk menjalankan OMC di wilayah bencana karhutla.
Siaran pers itu menyebut pengerahan alutsista udara tersebut menegaskan komitmen TNI dalam mendukung penanganan karhutla melalui OMC yang terkoordinasi dengan instansi terkait. TNI disebut terus mengoptimalkan dukungan operasional untuk membantu penanganan karhutla dan mengurangi dampak kabut asap bagi masyarakat di wilayah terdampak.
Sebelumnya, pada Selasa (20/10/2026), TNI mengerahkan pesawat angkut Hercules untuk mendukung OMC guna menangani karhutla di Kalimantan Selatan. Menurut Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto dalam siaran pers Mabes TNI yang diterima di Jakarta pada hari yang sama, pengerahan itu merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto untuk mempercepat penanganan karhutla di wilayah terdampak.
Pesawat tersebut mengangkut 2,6 ton es kering dan 7 ton garam dari Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, untuk mendukung pelaksanaan operasi modifikasi cuaca.