
GOKASI DKI Gelar Ujian Kenaikan Tingkat
17 menit yang lalu
Penuaan, perubahan hormon, dan obat tertentu dapat meningkatkan sensitivitas kulit terhadap sinar UV.
Terbit · 1 min read

Menurut laporan ANTARA yang mengutip Health, kulit dapat lebih sensitif terhadap paparan sinar matahari seiring bertambahnya usia. Perubahan struktur kulit dan melambatnya perbaikan sel membuat kulit lebih rentan terhadap kerusakan akibat sinar ultraviolet (UV).
Dokter spesialis kulit sekaligus profesor klinis di University of Miami, Katlein Franca, menjelaskan bahwa lapisan epidermis dan dermis menipis seiring usia. Produksi kolagen yang menjaga struktur dan elastisitas kulit juga berkurang.
Pergantian sel kulit turut melambat, sehingga kulit memerlukan waktu lebih lama untuk memperbaiki kerusakan akibat matahari. Jumlah melanosit, sel penghasil melanin yang memberi warna kulit, juga menurun dan mengurangi perlindungan alami terhadap sinar UV.
Dokter spesialis kulit Tanya Nino dari Providence Health and Services mengatakan perubahan hormon, terutama saat menopause, dapat memperburuk kondisi tersebut. Penurunan estrogen dapat mengurangi produksi kolagen dan melemahkan lapisan pelindung kulit.
Obat-obatan tertentu juga dapat meningkatkan sensitivitas kulit terhadap matahari, atau fotosensitivitas. Reaksinya dapat berupa ruam atau kondisi yang menyerupai kulit terbakar setelah terpapar sinar matahari.
Antibiotik tertentu, obat diuretik, obat penurun kolesterol, retinoid, dan obat antiinflamasi nonsteroid termasuk jenis obat yang dapat memicu fotosensitivitas. Dokter spesialis kulit Debra Jaliman dari Mount Sinai menyarankan orang yang mengalami reaksi kulit tidak biasa setelah terpapar matahari untuk berkonsultasi dengan dokter.
Laporan yang sama menyebut paparan UV dan kerusakan matahari yang terakumulasi selama bertahun-tahun sebagai faktor yang meningkatkan risiko kanker kulit. Dokter menyarankan penggunaan tabir surya berspektrum luas dengan SPF minimal 30 dan mengoleskannya kembali setiap dua jam.
Perlindungan tambahan dapat dilakukan dengan memakai topi bertepi lebar, kacamata hitam, dan pakaian yang menutupi kulit. Masyarakat juga disarankan mengurangi aktivitas di bawah sinar matahari langsung pada pukul 10.00 hingga 16.00, saat paparan UV umumnya paling kuat.