
Kazakhstan Tawarkan Wisata Halal bagi Warga RI
13 menit yang lalu
Kecukupan vitamin D dikaitkan dengan tidur yang lebih baik, tetapi penggunaan suplemen perlu memperhatikan waktu dan dosis.
Terbit · 1 min read

Asupan vitamin D dikaitkan dengan kualitas tidur secara keseluruhan, kemungkinan melalui perannya dalam pengaturan melatonin dan serotonin. Menurut laporan ANTARA, kedua hormon itu terlibat dalam siklus tidur dan bangun tubuh.
Apoteker berlisensi Emmanuella Ogbonna menyampaikan bahwa kadar vitamin D di bawah 20 ng/mL dikaitkan dengan durasi tidur yang lebih singkat dan kesulitan tidur.
Dalam artikel di Health, Ogbonna menyebut kadar vitamin D yang memadai penting untuk mendukung kualitas tidur dan mengurangi frekuensi terbangun pada malam hari.
Laporan ANTARA menyebut beberapa uji klinis menunjukkan suplemen vitamin D dapat membantu meningkatkan kualitas tidur, terutama pada orang lanjut usia dan ibu hamil.
Suplemen dapat dikonsumsi pagi atau malam hari, bergantung pada respons tubuh masing-masing orang. Orang yang merasa tidurnya terganggu setelah mengonsumsinya pada malam hari dapat mencoba memindahkan waktu konsumsi ke pagi atau siang.
Konsumsi suplemen disarankan dilakukan secara konsisten pada waktu yang sama setiap hari jika memungkinkan. Vitamin D larut dalam lemak sehingga suplemen sebaiknya dikonsumsi bersama makanan yang mengandung lemak sehat, seperti telur, alpukat, atau ikan salmon.
Penggunaan suplemen vitamin D sebaiknya dikonsultasikan dengan tenaga kesehatan. Konsumsi dalam dosis tinggi tanpa rekomendasi tenaga kesehatan perlu dihindari.