
Raven Kecerdasan Buatan Bisa Melacak Alamat dari Foto Rumah
13 menit yang lalu
Filipina menyerukan penyelesaian sengketa secara damai dan sesuai hukum serta mengumumkan sejumlah agenda pertahanan ASEAN.
Terbit · 1 min read

Menteri Pertahanan Filipina Gilberto Teodoro Jr. meminta negara-negara ASEAN tidak membiarkan perbedaan memecah belah kawasan. Menurut laporan ANTARA, ia menyampaikan seruan itu dalam pidato pembukaan Pertemuan Ke-20 Menteri Pertahanan ASEAN (ADMM).
Pertemuan yang dipimpin Teodoro itu berlangsung di Cebu, Filipina, pada Rabu (28/10/2026). Sekretaris Jenderal ASEAN Kao Kim Hourn dan para menteri pertahanan negara anggota turut hadir, menurut unggahan ASEAN di akun X sebagaimana diberitakan ANTARA.
Filipina menjadi tuan rumah dalam kapasitasnya sebagai ketua ASEAN, yang disebut beranggotakan 11 negara. Pertemuan tersebut mengusung tema “Menavigasi Masa Depan Kita Bersama”.
Dalam pidatonya, Teodoro menyatakan keberagaman merupakan kekuatan ASEAN. Ia mengingatkan para menteri agar perbedaan tidak menjadi penyebab perpecahan di dalam organisasi.
Teodoro juga mengajak negara anggota menyelesaikan sengketa regional, termasuk di Laut China Selatan, secara damai dan sesuai hukum yang berlaku. Pernyataan itu dikutip ANTARA dari media setempat berbahasa Inggris, Rappler.
Dalam pertemuan tersebut, para menteri pertahanan menerbitkan pernyataan bersama untuk memperingati 50 tahun Perjanjian Persahabatan dan Kerja Sama di Asia Tenggara serta 20 tahun berdirinya ADMM. Mereka juga menyepakati sejumlah inisiatif dan kegiatan baru dalam kerangka ADMM.
Para pimpinan sektor pertahanan ASEAN dijadwalkan menggelar Pertemuan Ke-13 Menteri Pertahanan ASEAN Plus (ADMM Plus) dan pertemuan terpisah dengan menteri pertahanan Amerika Serikat, India, Jepang, Australia, serta Korea Selatan. Menteri Pertahanan China Dong Jun tidak hadir; ia diwakili atase pertahanan Kedutaan Besar China di Manila, menurut laporan ANTARA.