
Tumpahan Minyak Ditemukan di Selatan Singapura
39 menit yang lalu
Erupsi terekam melalui seismogram, sementara polisi berkoordinasi dengan pos pemantauan dan mengimbau warga pesisir waspada.
Terbit · 1 min read

Gunung Anak Krakatau mengalami 15 kali erupsi dalam waktu kurang dari lima jam, menurut laporan iNews.id. Polsek Cinangka, Polres Cilegon, memperkuat pemantauan dan mengimbau masyarakat serta wisatawan di kawasan pesisir agar waspada.
Menurut data Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) dan Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, erupsi terjadi pada Sabtu (31/10/2026), pukul 18.30 hingga 23.23 WIB, di Gunung Anak Krakatau, Selat Sunda.
Laporan tersebut menyebut letusan tidak terlihat secara visual karena cuaca dan kondisi malam. Aktivitasnya terekam melalui seismogram.
Kapolsek Cinangka AKP Romizal mengatakan beberapa letusan memiliki amplitudo dan durasi yang cukup signifikan. Salah satunya tercatat pada pukul 20.18 dan 20.24 WIB, dengan amplitudo maksimum 58 milimeter dan durasi hingga 271 detik.
Dalam keterangan yang dikutip iNews.id dari iNews Banten, Romizal menyebut letusan pukul 19.38 WIB memiliki amplitudo maksimum 48 milimeter dengan durasi sekitar 147 detik. Pada pukul 19.54 WIB, amplitudo tercatat mencapai 50 milimeter.
Untuk memantau perkembangan aktivitas gunung, personel Polsek Cinangka berkoordinasi dengan petugas Pos Pantau Gunung Anak Krakatau di Pasauran.
Koordinasi itu dilakukan untuk memperoleh informasi terbaru mengenai aktivitas gunung api dan memastikan masyarakat mendapatkan informasi terkini. Polisi juga mengimbau warga dan wisatawan di kawasan pesisir untuk meningkatkan kewaspadaan.