
Makassar Perkuat Distribusi Pangan di KTI
14 menit yang lalu
Nelayan Desa Kupa menyebut apartemen ikan membantu menambah tangkapan dan penghasilan.
Terbit · 1 min read

Nelayan di Desa Kupa, Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan, merasakan peningkatan hasil tangkapan setelah adanya program apartemen ikan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan. Menurut laporan ANTARA, Kepala Desa Kupa Suardi Haruna menyebut nelayan pernah memperoleh hingga 6 ton ikan Bakuta dalam setengah hari.
Apartemen ikan itu dibangun pada 2025 di perairan pesisir Desa Kupa. Suardi menyampaikan keterangannya di Makassar, sedangkan waktu tangkapan yang ia sebutkan tidak dirinci dalam laporan.
Apartemen ikan merupakan terumbu karang buatan berbentuk struktur bertingkat dengan sekat dan rongga yang ditenggelamkan di dasar laut. Menurut laporan yang sama, struktur tersebut menjadi tempat hidup, pemijahan, serta asuhan bagi larva dan ikan muda.
Suardi mengatakan tangkapan hingga 6 ton ikan Bakuta, yang disebut sejenis ikan Cepa, diperoleh dalam waktu setengah hari dan ditaksir bernilai Rp200 juta. Ia menilai keberadaan fasilitas itu berdampak positif terhadap kegiatan penangkapan ikan dan penghasilan nelayan setempat.
Suardi menyampaikan terima kasih kepada Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman atas bantuan tersebut. Ia mengatakan, “Dengan adanya fasilitas ini, penghasilan nelayan di Desa Kupa dapat meningkat,” katanya.
Nelayan Desa Kupa Muhammad Anas mengatakan fasilitas itu membantu nelayan memperoleh ikan tanpa harus melaut terlalu jauh. Ia berharap program serupa dilanjutkan dan dikembangkan agar manfaatnya dirasakan lebih banyak nelayan pesisir.
Laporan ANTARA menyebut program pada 2025 mencakup 1.657 unit apartemen ikan di 13 titik di Sulawesi Selatan. Lokasinya meliputi perairan Makassar, Takalar, Jeneponto, Bantaeng, Bulukumba, Sinjai, Kepulauan Selayar, Pangkep, Barru, Pulau Panikiang di Barru, Pinrang, Luwu Timur, dan Palopo, dengan luas total sekitar 11 hektare.
Download the Hive app for live alerts and offline reading.