
Studi Jus Cranberry dan Plak Gigi
8 menit yang lalu
Latihan kader bela negara diikuti 300 pelajar dari 61 satuan pendidikan di Aceh.
Terbit · 1 min read

Badan Cadangan Nasional (Bacadnas) Kementerian Pertahanan menyatakan latihan kader bela negara bagi pelajar menjadi bagian dari upaya memperkuat generasi muda agar mampu menangkal hoaks. Menurut laporan ANTARA, Kepala Pusat Bela Negara Bacadnas Brigjen TNI Luhut Marpaung menyampaikan hal itu saat pembukaan Latihan Kader Bela Negara Korps Kadet Republik Indonesia (KKRI) 2026.
Pembukaan kegiatan berlangsung di Rindam Iskandar Muda, Aceh Besar, pada Jumat (30/10/2026). Latihan tersebut diikuti 300 peserta didik SMA atau sederajat dari 61 satuan pendidikan yang tersebar di 12 kabupaten dan kota di Aceh.
Luhut mengatakan bela negara tidak hanya berkaitan dengan kesiapan menghadapi ancaman fisik, tetapi juga ancaman nonmiliter yang bergerak melalui ruang informasi dan pikiran masyarakat. Ia menyebut perkembangan teknologi informasi membuat generasi muda rentan terhadap hoaks dan provokasi.
Menurut Luhut, perang kognitif berupaya memengaruhi cara berpikir, persepsi, dan pengambilan keputusan masyarakat melalui arus informasi, manipulasi opini, disinformasi, serta eksploitasi algoritma media sosial.
Ia menilai pembinaan kesadaran bela negara di lingkungan pendidikan dapat membantu menyiapkan sumber daya manusia yang unggul, berkarakter kebangsaan, tangguh, dan adaptif. Pembinaan itu juga disebut penting untuk menghadapi ancaman multidimensional pada era digital menuju Indonesia Emas 2045.
Luhut mengatakan kemampuan awal bela negara mencakup kecerdasan intelektual, spiritual, dan emosional, serta kesehatan jasmani dan rohani. Ia juga berharap peserta memahami nilai dasar bela negara, termasuk cinta tanah air, kesadaran berbangsa dan bernegara, serta merawat persatuan dalam keberagaman.
Ia menyebut Aceh memiliki sejarah, semangat kebangsaan, dan kekayaan budaya yang kuat. Menurutnya, pelajar di provinsi itu dapat menjadi teladan sebagai kader bela negara yang cerdas, moderat, adaptif, dan berdaya tahan. Latihan tersebut, kata dia, merupakan bagian dari komitmen Kementerian Pertahanan untuk menanamkan dan memperkuat nilai-nilai bela negara, khususnya di kalangan generasi muda.